Sekretaris Desa Suci, Mohammad Miftach, bersama Ketua BUMDes, dan Babinkamtibmas Manyar saat mengecek perkembangan melon di green house. Foto: SYUHUD/BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Desa Suci, Kecamatan Manyar, terus menggagas berbagai inovasi dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Salah satu terobosan terbaru adalah pemanfaatan tanah desa untuk pertanian melon dalam sistem green house yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
BACA JUGA:
- Bupati Gresik Lantik Kades Wadak Kidul PAW, Ingatkan soal Desa Antikorupsi
- Bumdes Wadak Kidul Gresik Masuk 20 Besar Terbaik Nasional di Ajang Desa BRILiaN 2025
- PKDI Gresik Bersama Polres Sepakat Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
- Semarakkan HUT ke-80 RI, Warga RW 14 Desa Banjarsari Gelar NaturaNite Kenalkan Warisan Leluhur
Sekretaris Desa Suci, Mohammad Miftach, menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan agar seluruh program pembangunan desa tahun ini dapat terbiayai secara mandiri dan berkelanjutan.
"Di lahan ukuran sekitar 8 x 21 meter ini kami tanami tumbuhan melon berbagai jenis. Ada melon jenis kinanti, melon sweet net. Saat ini sudah mulai berbuah," ujarnya kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (24/6/2026).
Green house tersebut berada di sekitar kantor Balai Desa Suci dan ditanami 420 pohon melon dengan sistem hidroponik, menggunakan media penyiraman air yang telah disterilisasi.
"Untuk penyiramannya tidak bisa sembarangan air. Air kami sterilkan dulu hingga pH (potential of hydrogen) atau tingkat keasamannya sesuai dengan kebutuhan tanaman," tuturnya.
Dalam proses budidaya, setiap tanaman hanya diperbolehkan berbuah maksimal dua buah agar kualitas melon tetap optimal.
"Jika dalam satu tanaman ada lebih dari 2 buah maka kelebihannya kami potong, kami sisakan satu buah agar bagus dan besar. Jika satu tanaman hanya ada satu buah kami biarkan," jelasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




