Rabu, 23 September 2020 07:35

​Menko PMK Tinjau Langsung Penyerahan BST di Kabupaten Madiun

Jumat, 17 Juli 2020 17:09 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Hendro Utomo
​Menko PMK Tinjau Langsung Penyerahan BST di Kabupaten Madiun
Menko PMK RI, Muhadjir Efendi saat meninjau langsung dan menyerahkan BST Kabupaten Madiun di Kantor Pos Nglames, Kabupaten Madiun, Jumat (17/7/2020). (foto: ist).

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Muhadjir Efendi meninjau langsung dan menyerahkan BST Kabupaten Madiun di Kantor Pos Nglames, Kabupaten Madiun, Jumat (17/7/2020).

Dalam kesempatan ini, Muhadjir Efendi mengungkapkan, beberapa daerah yang masih ada masalah dalam penyaluran BST, antara lain di beberapa kabupaten di Papua dan Papua Barat. Permasalahan yang paling menonjol di sana adalah dalam mendapatkan calon penerima by name by address, karena lokasinya yang terpencil dan sulit dijangkau.

Oleh karena itu, menurut Menteri PMK, penyaluran BST di wilayah tersebut dilakukan oleh komunitas atau marga agar tepat sasaran. Mengingat, sebagian masyarakatnya belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).

"Karena itu ada kemungkinan harus ada kebijakan di sana melalui komunitasnya, jadi melalui marganya. Marga inilah yang tahu berapa dia punya anggota dan siapa yang lebih berhak. Karena kalau itu kita harus mendata, di sana sebagian besar masih belum punya NIK," ujarnya.

Dalam menyalurkan BST di daerah-daerah terpencil di Papua, kata Menteri Muhadjir, PT Pos Indonesia harus melakukan satu minggu lebih perjalanan untuk mencapai perkampungan. Sedangkan untuk daerah-daerah di Jawa Timur, penyaluran BST oleh PT Pos Indonesia sudah berjalan relatif cukup baik, meski ada petugas yang harus menggunakan sepeda motor untuk memberikan BST kepada para lanjut usia yang tinggal di daerah-daerah terpencil.

Sementara itu, lanjutnya, di Kabupaten Madiun yang menerima BST tahap ketiga ini sebanyak 6.262 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang merupakan data susulan warga miskin baru.

"Jadi yang menerima sekarang ini adalah data susulan yang sebelumnya belum tercatat. Padahal, sebetulnya dia lebih berhak karena itu tadi dia dapat dobel. Jadi tidak hanya Rp600 ribu tapi sekaligus Rp1.8 juta," katanya.

"Data baru tersebut diambil dari warga melalui RT/RW dan musyawarah desa, bukan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)," tukasnya. (hen/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 20 September 2020 21:35 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Banyuwangi banyak memiliki pantai cantik yang mempesona dengan keindahannya. Pantai yang bisa memikat para traveler datang di bumi sunrise of java ini.Tetapi bukan hanya pantai cantik saja yang menarik wisatawan mancan...
Kamis, 17 September 2020 20:43 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan---Sebuah video mencuat di media sosial. Viral. Isinya seorang perempuan desa. Madura. Menyanyikan lagu dangdut. Ciptaan Rhoma Irama.Penampilan perempuan itu sangat udik. Norak. Tanpa rias wajah. Bahkan video itu direkam d...
Selasa, 15 September 2020 13:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*30. inna alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati innaa laa nudhii’u ajra man ahsana ‘amalaanSungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala or...
Jumat, 11 September 2020 09:50 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...