Sabtu, 23 Januari 2021 18:57

​Putus Mata Rantai Covid-19 di Rumah Mewah, Risma Minta Pasien Lakukan Isolasi Terpisah

Rabu, 29 Juli 2020 20:55 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Yudi Arianto
​Putus Mata Rantai Covid-19 di Rumah Mewah, Risma Minta Pasien Lakukan Isolasi Terpisah
Ilustrasi. (foto: ist).

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini meminta kepada warga yang terkonfirmasi Covid-19, baik yang tinggal di perumahan elite atau rumah besar untuk tetap melakukan isolasi mandiri di tempat yang terpisah dengan anggota keluarganya. Hal ini penting untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan menekan angka kasusnya.

Wali Kota Risma mengatakan, berdasarkan data terbaru, tren penyebaran kasus Covid-19 saat ini banyak ditemukan di perumahan-perumahan elite atau rumah besar. Meskipun pasien itu sudah isolasi mandiri di dalam rumah, tapi ternyata dia masih menyebarkan ke anggota keluarganya.

“Sering kali pasien menyampaikan, 'Saya isolasi mandiri karena rumah besar. Saya bisa mandiri'. Kenyataannya dari data yang saya baca, itu banyak yang tinggal di rumah besar, tetapi akhirnya satu keluarga terkena semuanya,” kata Risma di Balai Kota Surabaya, Rabu (29/7/2020).

Menurutnya, tidak semua orang memiliki kondisi dan kekebalan tubuh yang sama. Itulah mengapa ia meminta agar orang yang pertama positif Covid-19 langsung berpindah tempat untuk isolasi mandiri. Baik isolasi di Hotel Asrama Haji maupun tempat karantina lain yang dirasa aman. “Makanya sekarang saya berusaha bagaimana kami bisa merayu untuk yang pasien pertama positif bisa isolasi mandiri,” paparnya.

Presiden UCLG Aspac itu mencontohkan, misalnya di dalam rumah terdapat anak-anak atau lansia yang juga rentan terhadap penularan. Meskipun secara fisik sudah tidak ada kontak, namun jika tetap tinggal dalam satu rumah, risikonya dinilai masih cukup besar.

“Tapi kadang bagaimana dengan pakaian kotor. Akhirnya satu keluarga tertular semua. Permasalahannya ada yang kuat, ada yang bayi, ada yang masih anak-anak. Ini akan berputar terus dalam satu keluarga itu,” urainya.

Jika rantai penularan di dalam rumah tidak diputus, maka dikhawatirkan akan terus berputar antarkeluarga yang berada di rumah itu. Oleh karenanya, Wali Kota Risma benar-benar berharap agar pasien mau untuk melakukan isolasi mandiri di tempat terpisah dengan keluarga mereka.

“Misalnya anaknya negatif, ibunya positif tertular lagi begitu seterusnya. Karena itu saya mohon sekali lagi pasien yang pertama positif untuk isolasi supaya keluarga lainnya tidak tertular,” imbuhnya.

Terlepas dari semua itu, berbagai upaya yang telah dilakukan Pemkot Surabaya dalam menangani pandemi ini ternyata sudah membuahkan hasil. Buktinya, angka kesembuhan dari hari ke hari semakin meningkat drastis.

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Febria Rachmanita menambahkan, berdasarkan data terbaru per hari ini, pasien yang sembuh terus meningkat, hingga saat ini angka kumulatif kesembuhan sebanyak 5.001 orang. Sementara untuk pasien yang rawat jalan berjumlah 1.371 orang. Untuk rawat inap 1.174 orang dan tamu Hotel Asrama Haji saat ini 248 orang. (ian/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...