Sabtu, 10 April 2021 22:07

Mohammad Laporkan Pengusaha yang Nekat Robohkan Rumahnya ke Polresta Banyuwangi

Rabu, 19 Agustus 2020 19:03 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Teguh Prayitno
Mohammad Laporkan Pengusaha yang Nekat Robohkan Rumahnya ke Polresta Banyuwangi
Mohammad (kanan) bersama istri serta didampingi pengacara dan beberapa LSM ketika melapor ke polisi.

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Mohammad (57), tukang rongsokan yang rumahnya dibongkar paksa Cung Ket, pengusaha pengolahan plastik di Banyuwangi, kini mulai menemukan sebuah harapan. Ia melakukan perlawanan.

Warga Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Banyuwangi itu didampingi pengacara dan beberapa LSM melaporkan dugaan pemalsuan datanya terkait proses pembuatan akta jual beli, yang menyebabkan rumahnya bisa beralih nama menjadi Cung Ket ke Polresta Banyuwangi, Rabu (19/8).

M Yunus Wahyudi, salah satu aktivis yang ikut mendampingi Mohammad mengatakan bahwa dirinya beserta rekan-rekan LSM lainnya dan pengacara yang ada di Banyuwangi merasa terpanggil atas apa yang menimpa wong cilik seperti Mohammad ini, yang terzalimi.

Menurut Yunus, kasus yang dialami Mohammad adalah contoh bahwa orang berduit bisa menggunakan kekuatan ekonominya untuk menghalalkan segala cara demi mengambil harta milik orang lemah dan tak berdaya.

BACA JUGA : 

Buntut Pelaporan Bupati Ipong Soal Dugaan Pelanggaran PPKM Mikro, Ketua LSM 45 Dipanggil Polisi

​Gara-Gara Bodi Mobil Tua untuk Praktik Siswa, Guru SMK Kosgoro Balongbendo Diadili

​Bebas Bersyarat, Relawan Galang Koin untuk Mbah Beni

​Beredar Foto Panas Mirip Bupati Banyuwangi, BCW Ajukan Hearing ke DPRD

Menurut Yunus, kasus yang dialami Mohammad adalah contoh bahwa orang berduit bisa menggunakan kekuatan ekonominya untuk menghalalkan segala cara demi mengambil harta milik orang lemah dan tak berdaya.

"Dalam kasus ini, saya menduga ada indikasi pemalsuan, penggelapan, dan penipuan," kata Yunus mewakili beberapa LSM dan pengacara saat mengantarkan Mohammad beserta istrinya melaporkan kasus tersebut ke Polresta Banyuwangi.

Dirinya pun berterima kasih kepada pihak kepolisian, karena telah menerima dan akan segera menindaklanjuti laporan Mohammad untuk mendapatkan sebuah keadilan.

"Saya apresiasi pihak Kepolisian Resort (Polres) Kota Banyuwangi di bawah pimpinan Kombes Pol Arman, karena masih peduli dengan nasib orang lemah seperti Mohammad ini untuk mencari sebuah keadilan," ujarnya.

Sementara itu, menurut pengakuan Mohammad, dirinya tidak pernah sama sekali menjual dua rumah tersebut ke siapa pun, termasuk Cung Ket. Apalagi mendatangi notaris untuk mengurus jual beli rumahnya ke Cung Ket.

"Demi Allah, saya tidak pernah menjual dua rumah saya ke Cung Ket. Apalagi saya datang ke notaris untuk mengurus akta jual belinya. Kalau saya bohong, saya berani ditembak," kata Mohammad.

"Waktu itu pada tahun 2010, saya hanya dihubungi Cung Ket mau membantu melunasi hutang saya di bank sebesar Rp 110 juta atas sertifikat dua rumah itu," sambungnya.

Setelah dua sertifikat rumah itu keluar, kata Mohammad, ia dan istrinya menyerahkan kedua sertifikat tersebut kepada Cung Ket sebagai jaminan setelah diberikan pinjaman uang tersebut, tanpa adanya hitam di atas putih.

“Saya hanya berpesan kepada Cung Ket, saya titip dua sertifikat ini agar disimpan dengan baik. Saya masih cari uang di Bali. Bukan berarti saya menjualnya kepada Cung Ket,” kata Mohammad.

Selanjutnya, karena utang ratusan juta itulah, peristiwa pengosongan rumah secara paksa terjadi pada tahun 2012, disusul dengan pembongkaran rumah pada tahun 2018, dan terakhir bulan Juli 2020 ini.

Sedangkan dari pengakuan Cung Ket sendiri saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, dirinya mengaku telah membeli dua rumah milik Mohammad tersebut. Sehingga dirinya pun tak ragu untuk merobohkan dua rumah yang dulunya pernah menjadi tempat tinggal Mohammad beserta keluarganya tersebut hingga rata dengan tanah.

“Itu milik saya, sudah jual beli, komplet dan bersertifikat atas nama saya,” kata Cungket saat dikonfirmasi beberapa awak media dan LSM di pabrik pengolahan plastik miliknya, di Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Kamis (13/8) lalu.

Kendati demikian, saat para awak media meminta ditunjukkan bukti kepemilikannya atas rumah yang ia klaim telah dibelinya dari Mohammad tersebut, Cung Ket tak bersedia. Bahkan, ia sesubat agar LSM melaporkan dirinya ke polisi terlebih dahulu, baru ia bersedia menunjukkan sertifikat hak miliknya tersebut.

“Tidak bisa kalau saya tunjukkan ke sampeyan (para awak media dan LSM). Laporkan dulu ke polisi. Ya maaf, prosedurnya kan seperti itu. Yang berhak melihat itu polisi,” ujarnya. (bwi/ian)

5 Kios Pasar Ranggeh Pasuruan Rusak Tertimpa Pohon
Sabtu, 10 April 2021 02:59 WIB
Pasuruan, BANGSAONLINE.com - Sebuah Pohon Trembesi roboh menimpa Pasar Ranggeh di Desa Karangsentul Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.Akibatnya, 8 kios milik pedagang rusakDelapan kios milik pedagang yang rusak itu terdiri dari toko kelontong, pertanian...
Senin, 05 April 2021 10:05 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com.com - Gua Jegles, begitu nama gua yang masih dalam pembenahan itu sering disebut. Gua yang terletak di Dusun Jegles, Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri tersebut saat ini memang sedang viral di media sosial (medso...
Sabtu, 10 April 2021 05:43 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.COM – Kapal super raksasa Ever Given ternyata masih ditahan pemerintah Mesir. Kapal milik perusahaan Jepang itu dimintai ganti rugi Rp14 triliun setelah sempat menyumbat Terusan Suez.Loh? Silakan simak tulisan Dahlan Iskan ...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...