Minggu, 09 Mei 2021 19:39

​Mengenang Cak Nur, Seorang Pendekar yang Bentuk Banser Kobra untuk Melawan Teror Ninja di Jatim

Minggu, 23 Agustus 2020 21:37 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
​Mengenang Cak Nur, Seorang Pendekar yang Bentuk Banser Kobra untuk Melawan Teror Ninja di Jatim
Cak Nur (paling kanan, dilingkari) saat mengawal kedatangan Gus Maksum, Guru Besar Pagar Nusa. foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Di balik figurnya yang tenang dan sederhana, Nur Ahmad Syaifuddin atau Cak Nur adalah sosok pemimpin yang pemberani. Jauh sebelum ia terjun ke dunia politik dan menjadi orang nomor satu di Sidoarjo, Cak Nur aktif sebagai anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Bahkan pada tahun 1998, ia menginisiasi pembentukan Banser Kobra. Banser Kobra dibentuk untuk melawan teror ninja yang terjadi di Jawa Timur, khususnya Banyuwangi dan sejumlah wilayah tapal kuda. Teror ninja itu membidik para kiai dan guru ngaji NU dengan tuduhan dukun santet. Teror ninja yang dikenal dengan Operasi Naga Hijau itu mengakibatkan ratusan kiai NU terbunuh.

"Cak Nur itu Banser tulen. Beliau yang membentuk Banser Kobra untuk melawan teror ninja yang menarget para kiai NU. Cak Nur Komandannya, ia memimpin 150 banser yang memiliki kemampuan kanuragan. Itu saat Ketua GP Ansor Jatim dipimpin Cak Anam," kenang H. Abdulllah Haris, Kasat Korcab Banser Surabaya, Minggu (23/8).

Haris melanjutkan, kiprah Banser Kobra tidak berhenti saat terjadi teror ninja saja. Pasca teror ninja reda, Banser Kobra sempat dikirim ke Jakarta untuk menghadapi kelompok massa yang akan menggulingkan Presiden Gus Dur secara inkontitusional.

BACA JUGA : 

50 Pemudik Disuruh Putar Balik di Pos Penyekatan Sidoarjo

Ratusan Buruh Sidoarjo Peringati May Day dengan Vaksinasi Covid-19

Wabup Subandi Dorong Desa dan Kecamatan Bentuk Satgas Sungai dan Jalan

​Menteri Perdagangan M Lutfi Lepas Ekspor Furniture ke Amerika Serikat

Menurut Haris, saat itu sekitar tahun 2001. Banser Kobra tak bisa dicegah untuk turun ke Jakarta. Sebab, kelompok yang ingin menurunkan Gus Dur saat itu sudah menggunakan kekuatan massa seperti Pamswakarsa dan ormas lainnya.

"Banser Kobra sempat empat kali bentrok saat di Jakarta. Alhamdulillah, kita selalu menang. Saat itu, kita siap membela Gus Dur sampai titik darah terakhir. Saat itu komandannya ya Cak Nur," imbuh Haris.

Terpisah, Baihaki Siradj, Direktur Eksekutif Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) menilai Cak Nur adalah kader NU tulen. Ia berkhidmat mulai tingkat ranting hingga pengurus cabang. Beliau aktif di Banser, pernah menjadi Ketua Ansor di Kecamatan Waru juga.

Baihaki mengetahui rekam jejak Cak Nur, karena keduanya pernah berproses bersama. Baik itu di NU maupun saat di PKB. Baihaki menceritakan, bahwa Cak Nur juga seorang pendekar. Ia pesilat Pagar Nusa. Pernah menjadi Ketua Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa tingkat Sidoarjo selama dua periode.

"Orangnya memang kalem, tapi aslinya beliau itu pendekar. Di daerah Waru, Sidoarjo namanya sudah dikenal dan disegani sejak masih muda. Cak Nur memang asli Waru," ujar Baihaki yang juga asli Sidorjo ini. (mdr/ian)

Bernuansa Menara Kudus, Mushola An-Nabaat Diresmikan Wabup Nganjuk
Minggu, 09 Mei 2021 00:50 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Cita Indonesia Group, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, pertanian, dan peternakan, meresmikan Mushola An-Nabaat yang berlokasi di Desa Batembat Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Peresmian mushola ini dil...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Minggu, 09 Mei 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tulisan Dahlan Iskan kali ini sangat menyentuh. Tentang prahara rumah tangga pemilik Gedung Empire Palace Surabaya: Gunawan Angkawidjaja dan istrinya, Chin Chin atau Trisulowati.Menurut Dahlan Iskan, Gunawan bukan ha...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...