
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Setelah sempat diundur beberapa kali, PDI Perjuangan akhirnya mengumumkan secara resmi Calon Wali Kota-Calon Wakil Wali Kota Surabaya pada Pilwali 2020. PDIP resmi memberikan rekomendasi kepada Eri Cahyadi-Armuji untuk melawan Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno.
Keputusan tersebut disampaikan oleh Ketua DPP PDIP Bidang Politik, Puan Maharani, lewat video conference.
"Rekomendasi untuk Kota Surabaya diberikan kepada Eri Cahyadi dengan Armuji sebagai Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Surabaya," kata Puan, Rabu (2/9/2020).
Pengamat Politik dari Lembaga Survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARC Indonesia), Baihaki Siradj menjelaskan bila keputusan tersebut sudah tepat dan merupakan keputusan yang realistis bila PDIP ingin mempertahankan kursi Wali Kota Surabaya, pasca Tri Rismaharini.
"Eri-Armuji itu pilihan realistis, pasti sudah jelas kalkulasi politiknya," tukas Baihaki.
Baihaki melanjutkan, keputusan tersebut sejalan dengan survei yang pernah dilakukan oleh lembaganya yang menunjukkan elektabilitas Eri Cahyadi tertinggi.
"Survei kita terakhir, sekitar bulan Juli lalu, menunjukkan Eri tertinggi yaitu 38,39%, Machfud Arifin 28,44%, Wisnu 20,38%," terang Baihaki.
Hal tersebut, lanjut Baihaki, dikarenakan Risma Effect. Artinya, Eri dipersepsikan sebagai Calon Wali Kota yang dipersiapkan Risma untuk mengganti dirinya dalam memimpin Kota Surabaya dalam lima tahun ke depan.
Selain itu, kolaborasi Eri-Armuji juga adalah pasangan yang saling bisa melengkapi. Eri birokrat, masih muda sehingga selain bisa meraih dukungan di kalangan pendukung fanatik Risma. Dengan sosoknya yang masih Milenial, tentu akan mendapat tempat tersendiri di kalangan pemilih pemula dan pemilih usia muda.
Kemudian, Armuji, merupakan politikus senior di PDIP Surabaya, pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya, dan sekarang anggota DPRD Jatim. Tentu, sebagai kader, Armuji pasti akan mendapatkan dukungan dari kader PDIP.
Meski sebelumnya sempat terpecah soal tarik ulur dukungan, Baihaki meyakini PDIP mampu mempersatukan faksi-faksi yang sebelumnya sempat terpecah.
"Bila sudah ada keputusan Ketua Umum, Kader PDIP ini loyalitas pada Ketumnya, dan militansinya luar biasa, sehingga dipastikan semua kader mengamankan dan mendukung penuh rekom DPP PDIP pada Pilwali Surabaya," bebernya.
Saat dikonfirmasi terkait peluang menangnya dalam melawan Machfud Arifin-Mujiaman, Baihaki mengatakan Eri-Armuji bisa menang lebih mudah, bila melihat hasil survei. Namun, ia menegaskan untuk saat ini hal itu belum bisa dipastikan.
"Pertarungannya pasti seru, dan sengit Pilwali Surabaya ini," pungkasnya. (mdr/rev)