GRESIK, BANGSAONLINE.com - Tensi politik di Gresik kini panas drastis. Pernyataan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat sambutan acara sarapan bareng "Sego Krawu" di Posko Pemenangan pasangan QA (Qosim-Alif) pada Minggu (6/9) lalu, viral di kalangan masyarakat.
Saat sambutan itu, Sambari mengaku bahwa dirinya adalah Golkar. Ia juga mengungkapkan KH. Nur Muhammad (Gus Nur) juga Golkar. "Masio sampean (Gus Nur) Golkar, aku iki yo Golkar coh, " ungkap Sambari di hadapan tim dan ratusan pendukung pasangan QA.
Sambari juga menyebut bahwa yang memberangkatkan Moh. Qosim juga Golkar. "Yang memberangkatkan Pak Qosim Golkar, meski gak ikut tanda tangan gak apa-apa," katanya.
Menurut Sambari, saat ini orang-orang terdekatnya masih setia dengan dirinya. "Yang penting konco-konco kabeh insyaallah iseh setia karo awak dewe (Yang penting teman-teman semua insyaallah masih setia sama saya)," terangnya.
"Loh gak sepiro toh di luar. Wonge nanti main semua di luar (loh tak seberapa toh di luar. Orangnya nanti main semua di luar," pungkas Sambari tanpa membeberkan siapa saja orang Golkar yang akan bermain.
Kontan saja para petinggi DPD Golkar Gresik terusik. Mereka merespons pernyantaan Bupati Sambari itu. Wakil Ketua DPD Golkar Gresik, Khamim, S.H., mengungkapkan, bahwa Sambari Halim Radianto dan KH. Nur Muhammad bukan orang Golkar.
Untuk itu, kata dia, sangat tak elok membawa-bawa nama Golkar. Terlebih jelang perhelatan Pilkada Gresik 2020. "Sambari dan Gus Nur bukan orang Golkar, Mas. Gus Nur sudah bukan dewan penasehat (Wanhat) Golkar Gresik pasca Musda Golkar kemarin. Sambari juga sudah mundur dari Golkar," ungkap Khamim kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (10/9).
Khamim bahkan masih mempertegas lagi. "Sekarang Wanhat baru Golkar Gresik Pak Supriasto, S.H.," imbuhnya.
Menurut dia, jabatan Gus Nur sebagai Wanhat Golkar Gresik satu periode (5 tahun) terhitung sejak 2015-2020. "Jadi, sejak Musda Minggu 12 Juli 2020 kemarin, Gus Nur sudah bukan Wanhat Golkar lagi," ungkap politikus asal Duduksampeyan ini.
Khamim mengungkapkan bahwa pengurus dan kader Golkar setia atas keputusan DPP mengusung pasangan bacabup dan bacawabup Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) di Pilbup Gresik 2020
"Insyaallah struktural maupun kader aman dan patuh atas keputusan partai," katanya.
Namun, Khamim tak menampik ada kader dan pengurus yang secara diam-diam berupaya mbelot dan mbalelo. "Bagi kader dan pengurus yang berkhianat, sanksi parpol tegas, dipecat. Bagi anggota Fraksi Golkar DPRD Gresik siapa pun yang melawan kebijakan partai akan diberhentikan, kemudian lanjut di-PAW (pergantian antarwaktu)," pungkasnya. (hud)