Satgas Infrastruktur Jember saat menerima laporan warga Muktisari.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Setelah satu dekade hidup berdampingan dengan ancaman banjir, warga Perumahan Muktisari Tahap III bersama komunitas Lingkungan Kranjingan, Sumbersari, resmi melaporkan pihak pengembang ke Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang (ITR) Jember pada Rabu (25/2/2026).
Sejak 2014, persoalan drainase yang dinilai tidak memadai tak pernah mendapat perbaikan menyeluruh. Akibatnya, setiap hujan deras kawasan permukiman kerap tergenang.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
Salah satu perwakilan warga, Tedy, menyebut kondisi lingkungan mereka seperti tinggal di cekungan penampung air.
“Upaya komunikasi persuasif yang dilakukan warga selama bertahun-tahun menemui jalan buntu,” kata Tedy.
Memori banjir besar 2015 yang kembali terulang pada Desember 2024 menimbulkan trauma berkepanjangan. Warga menuntut tindakan konkret berupa pembenahan infrastruktur agar terbebas dari ancaman genangan.
“Kami lelah selalu was-was setiap mendung datang. Laporan ini adalah ikhtiar terakhir kami karena pengembang terkesan tutup mata,” ujarnya di Aula Prajamukti Pemkab Jember.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




