"Saya siap memediasi agar jalan tersebut bisa terbangun, dan tingkat ekonomi masyarakat bisa lebih maju lagi," tegas Ida Bagus.
Sementara, Mariyanto membenarkan bahwa ada kendala yang selama ini dikeluhkan masyarakat Desa Wengkal, yaitu ada tiga titik jalan penghubung ke desa lain yang belum terbangun. Padahal jalan tersebut merupakan jalan akses terbaik untuk mengangkut hasil panen.
"Saya sudah lakukan untuk perbaikan, tapi sulit karena jalan tersebut milik irigasi provinsi, termasuk jembatan yang melintasi sungainya," kata Marianto.
Menurutnya, kesulitan tersebut bukan karena penganggaran guna pembangunan, memang jalan penghubung tersebut merupakan jalan milik Widas Brantas.
Saat ini masyarakat petani Desa Wengkal masih melewati jalan kabupaten, untuk menjual hasil panennya. Tapi biaya angkutnya sangat tinggi dan terkadang, tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan.
"Saya harap kedatangan anggota DPRD Provinsi, bisa mendengar langsung keluhan petani karena infrastruktur jalan dan jembatan penghubung sangat dibutuhkan," tandas Marianto. (bam/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




