
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - H. Syafiuddin, S.Sos, Anggota DPR RI dari Dapil Madura meminta Badan Pelaksana (BP) Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) berkolaborasi dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dalam program proritas pengembangan SDM Madura berbasis kompetensi.
Hal ini disampaikan H. Syafiuddin kepada wartawan setelah mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan BPWS, BMKG, dan Basarnas membahas penyesuaian Rancangan Kerja Anggaran Tahun 2021, Senin (21/9/2020).
Menurutnya, peningkatan sumber daya manusia (SDM) lokal Madura berbasis kompetensi penting dalam rangka penyiapan tenaga kerja menyambut era disrupsi digital.
"Penyiapan tenaga kerja industrialisasi manufaktur, peningkatan industri kecil menengah (IKM), serta pariwisata Madura, agar SDM tersebut mampu untuk mengatasi tantangan di era revolusi industri 4.0. Hal ini penting berkolaborasi dengan UTM sebagai mitra pelaksana, karena Perguruan Tinggi lebih adaptif dengan perkembangan teknologi," jelasnya.
"Agar kegiatan berkelanjutan dan terarah sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan sesuai dengan kebutuhan lokal Madura, sehingga stimulan peningkatan SDM tepat sasaran," tambah politikus PKB ini.
Syafiuddin juga meminta BPWS memaksimalkan alokasi anggaran untuk tahun 2021 sebesar Rp. 156.37 miliar. "BP BPWS tetap dapat memaksimalkan pelaksanaan prioritas kegiatan seperti forum bisnis investasi Rp. 2.15 miliar, serta pengembangan kompetensi SDM Rp. 5 miliar. Jangan sampai kegiatan seremonial saja," pesannya.
(Kepala BP BPWS, Ir. Achmad Herry Marzuki)
Sementara hasil pantauan bangsaonline.com yang dipaparkan Plt. Kepala BP BPWS Ir. Achmad Herry Marzuki di hadapan anggota Komisi V DPR RI, bahwa pagu anggaran BP BPWS tahun anggaran 2021 sebesar Rp. 156.37 miliar. Anggaran sebesar itu terinci untuk penyediaan lahan kawasan strategis Madura Rp. 88.45 miliar seluas 43 hektare, pengelolaan Kawasan Tanean Suramadu dan SPAM Tangkel dan Forum Gathering Rp. 2.15 miliar, peningkatan infrastruktur jalan Madura sepanjang 8,7 km Rp. 20.66 miliar, serta pengembangan kompotensi SDM Madura Rp. 5 miliar untuk 1.000 orang.(uzi/zar/rev)