Selasa, 01 Desember 2020 06:00

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, H. Syafiuddin Sasar Kepala Desa di Bangkalan

Kamis, 01 Oktober 2020 22:12 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Subaidah
Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, H. Syafiuddin Sasar Kepala Desa di Bangkalan
H. Syafiuddin Asmoro saat sosialisasi empat pilar kebangsaan di Yayasan Assyarqowiyah, Rabu (23/09/2020).

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - H. Syafiuddin Asmoro, anggota Komisi V DPR RI melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada tokoh masyarakat, agama, kepala desa, serta masyarakat di wilayah Kabupaten Bangkalan bertempat di Yayasan Assyarqowiyah, Desa Mandung, Kecamatan Kokop, Rabu (23/09/2020).

Syafiuddin memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga keutuhan negara berdasarkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika melalui berbagai literasi sebagai penguatan dan pemahaman.

"Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya tokoh kampung tentang pentingnya pemahaman terhadap keempat pilar kebangsaan. Dengan harapan, Kepala Desa bisa mengimplementasikan kepada masyarakatnya di wilayahnya masing-masing," tambahnya.

Kata H. Syafiuddin, bahwa keberagaman suku bangsa dan budaya yang ada di Indonesia ini menjadi salah satu dasar tentang pentingnya pemahaman keempat pilar kebangsaan ini.

Menurut politikus PKB ini, Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu cara menjaga keutuhan negara. Hal ini dikarenakan semua nilai kehidupan berbangsa dan bernegara, baik itu dalam nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, hingga keadilan sosial terdapat dalam nilai-nilai pancasila.

"Salah satu caranya dengan menanamkan nilai nilai toleransi terhadap sesama tanpa pandang bulu. Apalagi Indonesia ini kaya akan suku dan budaya. Sehingga walaupun berbeda, kita tatap satu," ungkapnya.

Selain itu, ia juga berharap kepala desa juga paham tentang kaidah dari UUD 1945 sebagai konstitusi tertinggi di Indonesia.

"Selain pemahaman Pancasila, pemahaman tentang kaidah UUD 1945 juga penting sebagai konstitusi tertinggi. Karena, bagi masyarakat yang melanggar akan berhadapan dengan Mahkamah Konstitusi sebagai legitimasi dari konstitusi di Indonesia," ungkapnya.

Dengan adanya pemahaman tentang pentingnya penerapan keempat pilar kebangsaan, masyarakat diharapkan tidak lagi terpengaruh dengan paham-paham baru yang sering kali muncul untuk merubah NKRI.

"Walaupun sebelumnya Negara Kesatuan Republik Indonesia sempat berubah menjadi negara federal, kemudian kembali lagi menjadi NKRI. Kita sebagai generasi penerus ini harus bisa mempertahankan kesatuan negara berdasarkan 4 pilar kebangsaan ini," pungkasnya. (ida/uzi/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...