Wakil Ketua DPP NasDem bersama Anggota DPR RI, Dini Rahmania, saat berada di Pondok Hati, Rangkang, Kabupaten Probolinggo. Foto : ANDI SIRAJUDIN/BANGSAONLINE
KOTA PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Program MBG atau Makan Bergizi Gratis di Probolinggo menuai sorotan setelah ditemukan makanan berulat, dan tidak sesuai ketentuan harga yang ditetapkan BGN.
Anggota DPR RI Dapil Probolinggo-Pasuruan, Dini Rahmania, menegaskan perlunya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program tersebut.
"Program MBG ini harus diawasi secara ketat. Tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan wajib kita awasi bersama karena ini program Presiden Prabowo," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya profesionalisme penyedia SPPG agar tidak lalai dalam memenuhi gizi anak-anak.
"MBG ini adalah program nasional yang menjadi prioritas program asta cita Presiden. Mestinya, harus betul-betul dilaksanakan sesuai amanah dan jangan sampai terjadi masalah," katanya.
Dini menambahkan, MBG merupakan program untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Yang menerima manfaat adalah anak-anak kita. Jadi, harus benar-benar dijaga kualitas dan tanggung jawabnya,” ucapnya.
Ia menyebut laporan masyarakat terkait pelayanan MBG akan diteruskan ke Komisi IX DPR RI untuk evaluasi bersama kementerian terkait.
Evaluasi menyeluruh diharapkan mampu memastikan program berjalan sesuai tujuan awal, yakni menjamin asupan gizi anak-anak secara layak dan berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPP NasDem sekaligus Wakil Ketua MPR RI, Saan Mustofa, hadir di Probolinggo untuk konsolidasi, silaturahmi, dan mendengarkan aspirasi masyarakat serta pengurus partai.
"Kita inginkan terus berkolaborasi dengan masyarakat, karena kita memiliki tujuan dan cita-cita yang sama yaitu untuk memberikan kemaslatan dan kemanfaatan buat masyarakat maupun buat daerah," tuturnya.
Dalam Safari Ramadan di Dapil Jawa Timur 2, Saan juga bertemu tokoh agama dan pesantren yang mengapresiasi kinerja anggota DPR RI. Ia menegaskan kolaborasi masyarakat dan pesantren diharapkan menciptakan sinergi positif bagi pembangunan daerah. (ndi/mar)














