KOMPAK: Haji Masnuh bersama Kelana Aprilianto-Dwi Astutik usai pengundian nomor urut paslon Pilbup Sidoarjo, di Hotel Fave, 28 September 2020 lalu. foto: ist.
"Pak Kelana bilang: Sampaikan salam saya ke Pak Hudiyono walaupun baru lewat media. Salam hormat kami, dan siap nanti bila sudah kembali ke Tanah Air akan bersinergi dengan beliau," tambah Masnuh.
Masnuh yang mantan Ketua Tim Pemenangan Khofifah-Emil Dardak wilayah Sidoarjo pada Pilgub Jatim 2028, juga berencana melakukan tatap muka dan bersilaturahmi dengan Hudiyono sesegera mungkin.
"Ya, namanya beliau juga pemimpin yang baru pengganti almarhum (Cak Nur). Jadi ya otomatis kita sebagai warga perlu menghadap. Wajar kalau harus sowan kepada bupati yang sekarang Pj," kata Masnuh.
Di sisi lain, sepeninggal Cak Nur, Kelana-Astutik akan berupaya meraih dukungan dari para simpatisan almarhum. Cak Nur sebelumnya memang digadang Masnuh sebagai Cabup.
Menurut Masnuh, ada cita-cita Cak Nur yang harus diteruskan oleh Kelana. Terlebih ia memiliki kedekatan dengan almarhum. "Sebelum didapuk sebagai ketua tim Pak Kelana, saya termasuk yang tahu jejak almarhum, baik perjuangan, tingkah lakunya terhadap masyarakat. Beliau (Kelana) siap untuk meneladani itu," urai Masnuh.
Selain itu, Kelana akan meneruskan harapan dan cita-cita Cak Nur yang belum sempat terealisasi. Seperti menjaga Sidoarjo tetap santun dan kota santri, memberi perhatian lebih pada pelaku ekonomi rakyat, termasuk pedagang pasar, pengrajin dan warga di bawah garis kemiskinan. (sta)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




