Rabu, 04 Agustus 2021 21:56

Nasdem Sindir Jokowi: Kalau Bisa Diintervensi, Jangan Jadi Presiden

Kamis, 29 Januari 2015 22:39 WIB
Nasdem Sindir Jokowi: Kalau Bisa Diintervensi, Jangan Jadi Presiden
Meme Jokowi dan Megawati yang digambarkan sebagai wayang dan dalangnya. Twitter.com/tempo.co.id

BangsaOnline-Ketua Fraksi Partai NasDem Viktor Laiskodat mengatakan partainya akan mendukung apa pun keputusan Presiden Joko Widodo terkait dengan pelantikan Kepala Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan. "Kami akan mengamankan apa pun keputusan Presiden," kata Viktor ketika dihubungi, Rabu, 28 Januari 2015. 


Viktor menepis anggapan Jokowi disetir oleh partai koalisi pendukungnya, termasuk NasDem. Dugaan intervensi ini sampai memunculkan istilah KMP untuk Jokowi, yang artinya Kalla-Mega-Paloh. Padahal KMP merupakan singkatan dari Koalisi Merah Putih, yang mendukung calon presiden Prabowo Subianto.

Singkatan KMP (Kalla-Mega-Paloh) dianggap membebani Jokowi karena dituding kerap menitipkan orang-orang partai ke dalam Kabinet Kerja. Menanggapi itu, Viktor menolak berkomentar. Menurut Viktor, sebagai presiden, tentu Jokowi yang paling kuat dan tak mungkin diintervensi. "Kalau bisa diintervensi, ya, jangan jadi presiden," ujar Viktor.

Belakangan muncul tanda, Presiden Jokowi mulai melepaskan diri dari ketergantungan pada koalisi. Belakangan muncul perkembangan menarik setelah Jokowi menerima Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto—rivalnya dalam pemilihan presiden.

Presiden Jokowi menerima Prabowo Subianto di Istana Bogor, Kamis sore, 29 Januari 2015. Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya ini menyatakan dukungannya bagi pemerintahan Jokowi-Kalla. Sebagai pihak yang berada di luar eksekutif, Prabowo menegaskan akan sepenuhnya mendukung lembaga eksekutif.

BACA JUGA : 

NasDem Gresik Salurkan Ratusan Paket Sembako pada Rakyat Kecil

Dipermalukan, Menteri Kesehatan Bakal Mundur atau Bertahan?

Ketum DPP NasDem Bantu Sapi Kurban 900 Kg di Ponpes Almuniroh Ujungpangkah Gresik

Biaya Atasi Covid-19 Habis Rp 1.050 Triliun, Tapi Terhibur Baliho Mbak Puan, Maksudnya?

"Saya komitmen untuk dukung usaha bersama kita, beliau adalah eksekutif dan kami di luar eksekutif. Sama-sama ingin menjaga keutuhan bangsa, bertekad mengurangi kemiskinan dan menjaga kekayaan bangsa," kata Prabowo usai bertemu Jokowi. 

Manuver ini dianggap sebagai salah satu tanda bahwa ia berupaya melepaskan diri dari bayang-bayang koalinya, terutama pengaruhi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. 

Sumber: tempo.co.id
Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Rabu, 04 Agustus 2021 11:59 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*69. Qaala satajidunii in syaa-a allaahu shaabiran walaa a’shii laka amraanDia (Musa) berkata, “Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun.”70. ...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...