Rehat Sehari, ​Dhito Lanjutkan Agenda Blusukan ke Pasar Sambi Kediri

Rehat Sehari, ​Dhito Lanjutkan Agenda Blusukan ke Pasar Sambi Kediri Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono saat blusukan di Pasar Sambi di Kecamatan Ringinrejo. foto: ist.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Setelah libur satu hari karena memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2020 yang jatuh pada Kamis (29/10/2020) kemarin, Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono, melanjutkan agenda blusukan ke Pasar Sambi di Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. 

Selain blusukan ke Pasar Sambi, Dhito, begitu sapaan putra Menseskab, Pramono Anung itu, juga mengunjungi tempat Wisata Kali Bendo di Desa Ringinrejo, Kecamatan Ringinrejo.

Seperti biasa, Dhito bersama tim lebih suka berbincang santai bertatap muka langsung menyerap aspirasi dan keluhan para pedagang Pasar Sambi dan pengelola Wisata Kali Bendo, Desa Ringinrejo.

"Para pedagang mengeluhkan terkait penataan pengelolaan sampah, karena harus bisa dipilah antara sampah organik dan non-organik. Sedang untuk Wisata Kali Bendo hanya akses jalan yang perlu dibenahi," kata Dhito kepada wartawan, Jumat (30/10).

Di Sumber Kali Beno Desa Ringinrejo, Dhito menemui para pelaku UMKM di sekitar wisata Kali Bendo. Salah satu pelaku usaha mengeluhkan pemasaran produk dan izin usahanya.

Menanggapi keluhan itu, Dhito menyampaikan bahwa selama blusukan di beberapa desa, memang keluhannya hampir sama. Yaitu soal pemasaran produk dan perizinan UMKM. Karena itu, ia menyiapkan program bantuan izin gratis bagi 1.000 pelaku usaha yang potensial. Dhito berjanji akan membantu pelaku UMKM itu.

"Bagi warga yang memiliki usaha tapi belum punya izin, bisa menyiapkan beberapa persyaratannya, akan dibantu gratis untuk legalitasnya," ucap Dito di hadapan para pelaku usaha.

"Kalau para pelaku usaha sudah mengantongi izin usaha dan produknya potensial, akan dibangunkan sentra UMKM di Kabupaten Kediri. Kita juga akan berikan pelatihan kepada pelaku usaha dan melakukan monitoring produk yang potensial guna meningkatkan perkembangan yang lebih bagus," imbuh Dito.

Di Kali Bendo, Dhito juga membantu benih iklan lele yang langsung dimasukkan ke kolam yang berada di area Wisata Kali Bendo seluas sekitar 6 meter kali 13 meter yang dikelola karang taruna desa setempat.

Dhito menambahkan, dari seluruh desa yang memiliki destinasi wisata, hampir semuanya terkendala akses jalan masuk. Wisata yang dimiliki setiap desa sudah ada atraksinya, namun akses jalan masuk harus diprioritaskan. Kalau akses jalan sulit, dampaknya pengunjung akan malas ke lokasi wisata.

"Hal-hal seperti itu tidak bisa dimonitor hanya bekerja di dalam kantor saja, kuncinya harus sering turun ke lapangan," tegas Dhito. (uji/ian)