Minggu, 24 Januari 2021 06:21

​Sahabat Abu Bakar Tak Pakai Celana Cingkrang, Masuk Neraka? Dialog Penuh Gelak Tawa

Sabtu, 31 Oktober 2020 09:53 WIB
Editor: MMA
​Sahabat Abu Bakar Tak Pakai Celana Cingkrang, Masuk Neraka? Dialog Penuh Gelak Tawa
Acara Ger-geran Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. yang dipandu M Mas'ud Adnan. foto: bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., merespons kontroversi celana cingkrang yang kini identik dengan kelompok Islam tekstual atau new salafi dan new wahhabi. Menjawab pertanyaan BANGSAONLINE TV, kiai alumnus Universitas Al-Azhar Mesir dan Univesitas Khortun Sudan itu mengatakan bahwa pada zaman Nabi Muhammad SAW, para sahabat pakai jubah, bukan celana.

Gak onok celono jaman Nabi (Tak ada celana pada jaman Nabi),” tegas Kiai Imam Ghazali Said yang juga pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa An-Nur Woconolo Surabaya dalam program Ger-Geran Bersama Kiai di channel youtube bangsaonline TV yang viral itu.

“Memang, pada jaman Nabi ada orang memakai jubah nglembreh (menyapu tanah) sebagai lambang kemewahan. Dalam bahasa Arab disebut isbal,” kata Kiai Imam Ghazali Said.

Jubah nglembreh itu, kata Kiai Imam Ghazali Said, juga hanya digunakan sekali pakai. “Kalau tokor dibuang, nggak dicuci,” jelas dosen Pascasarjana Unviersitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya itu.

Nah, karena pakaian nglembreh itu lambang kemewahan, maka Nabi menyebut sebagai kesombongan. “Tempat sombong itu di mana, ya di neraka,” kata Kiai Imam Ghazali Said.

Jadi, kata Kiai Imam Ghazali, Sabda Rasulullah SAW itu yang kemudian dijadikan pegangan para pemakai celana cingkrang. Sayangnya, teks Hadits itu dipisahkan dari konteks, sehingga orang hanya memahami teksnya saja . “Kalau hanya memahami teksnya saja, maka substansinya bisa hilang,” kata Kiai Imam Ghazali Said.

Apa substansinya? Nabi Muhammad menghukumi isbal atau jubah nglembreh masuk neraka, jika sebagai simbol kemewahan dan kesombongan. Tapi jika tidak dalam bentuk kesombongan, maka tidak dilarang.

Apa buktinya? Kiai Imam Ghazali Said menjelaskan bahwa saat Nabi bersabda itu, Sahabat Abu Bakar bertanya. “Kalau saya ini gimana Rasul, jubah saya kan sering melorot?,” tanya Abu Bakar. Sahabat Nabi itu penasaran, apa termasuk yang dilarang dan masuk neraka. Karena jubah Abu Bakar juga selalu nglembreh

“Kata Nabi, o nggak. Kamu gak termasuk itu. Kamu kan tidak sombong,” kata Kiai Imam Ghaali Said.

Menurut Kiai Imam Ghazali, jubah Abu Bakar sering nglembreh karena perutnya kempes akibat jarang makan. “Nggak seperti perut kita, perut Abu Bakar kempes karena jarang makan,” kata Kiai Imam Ghazali Said.

“Jadi, kalau nglembrehnya bukan karena khuyalak (kesombongan), bukan kaena kemewahan, maka tidak termasuk itu (yang dilarang),” tambah Kiai Imam Ghazali Said.

Lalu kita sebaiknya bagaimana dalam bercelana. Apakah masih perlu cingkrang atau pakai kombor hitam-hitam seperti orang Madura yang cingkrangnya hampir selutut?

Nah, silakan menyimak langsung dialog penuh gelak tawa Kiai Imam Ghazali Said di BANGSA TV channel you tube yang dipandu M Mas'ud Adnan itu. (tim)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...