Kamis, 03 Desember 2020 17:11

Efek Obat Malaria, Mahasiswi Cantik Buka Pintu Pesawat dan Tewas

Senin, 09 November 2020 08:26 WIB
Editor: Choirul
Efek Obat Malaria, Mahasiswi Cantik Buka Pintu Pesawat dan Tewas
Masih muda.

BANGSAONLINE.com - Brit Alana Cutland (19), mahasiswi jurusan Biologi, Cambridge University, semester 3, tiba-tiba buka pintu pesawat kecil, saat terbang di atas Madagaskar. Beberapa hari setelahnya, dia tewas.

Brit Alana Cutland sedang terbang di atas Madagaskar ketika dia membuka pintu di pesawat, dan mengejutkan pilot. 

Penyelidikan menyimpulkan, bahwa Brit Alana Cutland mengalami kekhawatiran berlebih sebagai efek samping mengonsumsi obat malaria tak terdaftar.

Orang tuanya, dari Milton Keynes, Bucks, mengatakan kepada media setelah pemeriksaan kematiannya minggu ini, bahwa mereka terkejut menemukan efek samping dari obat malaria jenis doksisiklin.

Obat doksisiklin biasanya diberikan kepada pelancong ks Madagaskar untuk mencegah malaria, dan juga digunakan untuk mengobati gangguan kulit seperti jerawat.

Alana sendiri mengunjungi pulau Afrika sebagai bagian dari magang penelitian. Mahasiswa ilmu biologi tahun kedua itu tiba-tiba membuka pintu pada penerbangan pesawat ringannya antara Anjajavay dan Antananarivo.

Laporan mengatakan, petugas koroner menemukan hubungan langsung antara obat dan perilaku yang menyebabkan Alana meninggal. Petugas menyimpulkan bahwa dia tampaknya menderita psikosis atau delirium - namun tidak ada apa pun di kemasan yang memperingatkan kemungkinan efek sampingnya.

Mahasiswa Biological Natural Sciences, dari Milton Keynes, Buck, mengatakan kepada seorang penyelenggara proyek konservasi bahwa dia takut masuk penjara, jika dia tidak menyelesaikan penelitiannya.

Dia juga digambarkan "menatap ke luar angkasa" pada beberapa jam sebelum dia naik pesawat.

Sebuah pernyataan pada saat kematiannya oleh Cédric Martin, manajer umum hotel mewah Anjajavy Le Lodge yang menjalankan proyek konservasi yang sedang dikerjakan Alana, mengklaim bahwa dia telah tiba di resor 'dengan gembira' pada 16 Juli.

Namun dalam beberapa hari kesehatannya memburuk.

Dia menambahkan: "Matanya kosong dan dia sepertinya tidak tidur. Dia tidak berbicara, tetapi dia mengawasi kami. Kami menemukan tablet pil tidur yang tidak digunakan di atas meja."

Mr Martin mengatakan bahwa Ms Cutland telah menolak untuk makan dan makan malam malam sebelumnya, tetapi duduk di restoran untuk makan salad buah sebelum penerbangan.

Dia sempat menelepon ibunya sebelum berangkat ke pesawat.

Sumber: mirror.co.uk
Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya. Silakan kirim...