Apel siaga bencana di Alun-Alun Kota Blitar, Selasa (17/11/2020). (foto: ist)
"Ini juga sebagai trigger kepada masyarakat agar mereka memiliki empati terhadap sesama, empati terhadap lingkungan dimulai hal-hal kecil sehingga jiwa gotong royong di masyarakat selalu muncul. Utamanya ketika ada bencana dan pascabencana," jelasnya.

Di sisi lain, Jumadi berharap agar kesiapsiagaan bencana ini beriring sejalan dengan pekerjaan rumah pemerintah menanggulangi pandemi Covid-19 yang masih belum mereda. Selain mengantisipasi bencana, masyarakat dan seluruh elemen juga diminta untuk terus menjalankan protokol kesehatan.
"Jadi jangan sampai kita terlalu fokus mengantisipasi bencana kemudian lupa dengan pandemi Covid-19 yang masih belum mereda. Jadi harus beriring sejalan antara antisipasi bencana dan terus menjalankan protokol kesehatan untuk menekan angka penularan Covid-19," imbuhnya.
Apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi ini juga dihadiri Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M. Sinambela, Dandim 0808/Blitar Letkol Arh Dian Musriyanto, dan sejumlah kepala OPD di lingkup Pemkot Blitar.
Usai apel, Pjs. Wali Kota Blitar dan Forkopimda Kota Blitar melakukan pengecekan peralatan. Mulai dari armada kendaraan, dapur umum, dan peralatan penanggulangan bencana. (ina/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




