Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin.
KOTA BLITAR, BANGSAONLINE.com - Pemkot Blitar mulai menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) pada pekan ini. WFH dijadwalkan sehari, dimulai Jumat (10/4/2026).
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menegaskan kebijakan tersebut telah dituangkan dalam surat edaran resmi. Namun, tidak semua ASN menjalankan WFH, terutama yang bertugas di sektor pelayanan langsung kepada masyarakat.
“SE-nya sudah ada, tapi untuk layanan strategis seperti administrasi kependudukan (Adminduk) dan kesehatan tetap masuk karena dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Dijelaskan pula bahwa WFH difokuskan pada ASN yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan publik agar layanan masyarakat tetap optimal. Kebijakan ini juga bagian dari konsep tata kota masa depan yang mengedepankan digitalisasi layanan.
“Teman-teman yang bertugas merespons laporan masyarakat bisa bekerja dari rumah, kecuali jika memang membutuhkan penanganan langsung di lapangan,” katanya.
Pemkot Blitar kini memanfaatkan tanda tangan elektronik dalam sistem persuratan sehingga ASN dapat bekerja dari mana saja. Syauqul memastikan output kerja ASN tetap terkontrol melalui sistem pengawasan yang disesuaikan dengan pola kerja fleksibel.
Ia menambahkan, kebijakan WFH juga berdampak positif pada penghematan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).
“Kalau kita hitung, satu ASN bisa menghemat sekitar satu liter BBM per hari. Ini tentu berdampak besar jika diterapkan secara luas,” ucapnya.
Selain itu, sejumlah kepala dinas mulai beralih menggunakan sepeda ke kantor sebagai komitmen pengurangan emisi. Syauqul mengaku mengurangi penggunaan kendaraan dinas, termasuk mobil patwal.
"Saya sendiri sudah mengurangi penggunaan mobil Patwal," tuturnya.
WFH akan diterapkan pada sekitar 75 persen ASN di lingkungan Pemkot Blitar, sementara sisanya tetap bertugas di kantor untuk memastikan pelayanan publik berjalan maksimal. (ina/mar)

























