Kamis, 03 Desember 2020 17:25

Jelang Hari Guru Nasional, Disdik Sumenep Gelar Festival Kesenian dan Budaya

Jumat, 20 November 2020 20:27 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Alan Sahlan
Jelang Hari Guru Nasional, Disdik Sumenep Gelar Festival Kesenian dan Budaya
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Carto, M.Si.

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Dalam rangka Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November mendatang, Dinas Pendidikan Sumenep akan mengadakan kegiatan berupa Festival Kesenian dan Budaya.

"Serta juga dalam rangka Hari Jadi Sumenep yang akan mengangkat tema, Peran Guru Melestarikan Budaya Leluhur Kabupaten Sumenep," kata Kepala Dinas Pendidikan Sumenep Carto, M.Si. pada BANGSAONLINE.com.

Pada Festival Kesenian dan Budaya kali ini, kata Carto, para guru harus membuat cerita atau menulis dua judul karangan tentang atau mengangkat budaya lokal di kecamatan itu sendiri atau di mana guru itu mengajar.

Untuk itu, nereka akan diberikan diklat atau pembelajaran berbasis budaya lokal. “Inilah yang harus kita berikan, yakni diklat atau pendidikan dan latihan kepada para guru. Dan karena ini adalah Hari Guru, maka gurulah yang harus berperan aktif. Dan tentunya akan berujung pada pembelajar pada murid itu sendiri,” terangnya.

Selain itu, para guru juga diminta menulis tentang pandemi yang terjadi di daerahnya masing-masing, namun menggunakan bahasa lokal, yakni bahasa Madura.

“Dan inilah nanti yang akan kami bukukan untuk menyambut Hari Guru Nasional yang bertepatan dengan Hari Jadi Sumenep,” katanya.

Cerita yang ditulis para guru ini akan dilombakan. Nantinya akan dipilih 2 judul dari masing-masing kecamatan. “Nah jika ada 27 kecamatan, maka akan terhimpun sedikitnya ada 54 judul yang rencananya akan dibukukan. Jika setiap guru itu menulis dua tulisan, maka kita akan terkumpul 108 judul,” jelasnya.

Sistem penulisannya, kata Carto, boleh secara kelompok atau boleh juga secara perorangan, yang penting cara penulisanya tepat sebagaiamana yang diajarkan oleh para pembimbing.

Dengan cara seperti ini, tambah Carto, akan lebih praktis untuk mengetahui potensi-potensi yang ada di berbagai daerah. Yang pada gilirannya, setiap budaya lokal bakal jadi pelajaran ekstrakurikuler sekolah. (aln/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya. Silakan kirim...