Bupati Fadeli saat menyaksikan peresmian secara virtual yang dilakukan Wagub Jatim Emil Dardak.
Direktur Sustainable Development Danone Indonesia Karyanto Wibowo mengungkapkan bahwa Indonesia menghasilkan 6,8 juta ton sampah plastik.
“61% sampah plastik terkelola, 39% yang belum terkelola 10%nya terdaur ulang dan 9% masuk sungai dan laut. Melalui program ini, kita berupaya mengembangkan sistem pengolahan sampah terutama sampah plastik secara profesional dengan fasilitas mekanik dan pemilahan yang baik sesuai jenis sampah,” Tutur Karyanto.
CEO PT Reciki Solusi Indonesia Bhima Aries Diyanto menunjukkan virtual tour pengolahan sampah pada TPST Samtaku Lamongan.
“Sampah yang ditampung akan dilakukan sorting yakni sampah organik dan sampah plastik. Sampah organik kemudian dilakukan daur ulang menjadi kompos yang akan disalurkan kepada masyrakat secara gratis. Sedangkan sampah plastik dipilah menjadi sampah high value dan sampah low value yang masih bisa didaur ulang sedangkan sisanya yang sudah tidak dapat diolah masuk ke TPA,” jelas Bhima.
Peresmian TPST Samtaku Lamongan di masa pandemi Covid-19 ini juga dihadiri secara virtual oleh Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. (qom/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




