Harga dan Stok Minyakita di Tuban Jadi Keluhan, Wagub Jatim Ngaku Bakal Lakukan Hal ini

Harga dan Stok Minyakita di Tuban Jadi Keluhan, Wagub Jatim Ngaku Bakal Lakukan Hal ini Minyakita

TUBAN,BANGSAONLINE.com - Minyak goreng bersubsidi merek Minyakita mulai langka di Pasar Baru Tuban akibat kenaikan harga di tingkat distributor.

Kondisi tersebut membuat pedagang enggan menyediakan stok karena khawatir merugi.

Sejumlah pedagang mengaku harga beli Minyakita terus naik dan ketersediaannya semakin terbatas.

Situasi itu mendorong pedagang memilih tidak menjual produk tersebut karena tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

“Kalau dijual sesuai HET, kami tidak dapat untung, bahkan bisa rugi. Jadi saya tidak ambil stok,” ujar salah satu pedagang di Pasar Baru Tuban.

Meski demikian, masih ditemukan pedagang yang menjual Minyakita di atas ketentuan harga.

Harga eceran di pasar tercatat mencapai Rp20.000 hingga Rp21.000 per liter, melebihi HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700.

Kenaikan harga tersebut tidak hanya memicu kelangkaan, tetapi juga membebani masyarakat, terutama rumah tangga dan pelaku usaha kecil.

Kelompok tersebut diketahui sangat bergantung pada minyak goreng bersubsidi.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyatakan akan segera menindaklanjuti temuan di lapangan.

Ia menegaskan harga Minyakita telah diatur dan tidak mengikuti mekanisme pasar.

"Seharuanya Minyakita tidak boleh dijual diatas HET. Terima kasih untuk informasinya, segera akan kami tindaklanjuti," katanya, saat menghadiri Musrenbang di Tuban, Selasa (31/3/2026).

Selain itu, ia menyatakan akan memastikan ketersediaan stok di tingkat pemasok tetap aman.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kelangkaan dan kenaikan harga di atas HET.

"Menaikkan harga Minyakitaa ini sudah menyalahi aturan. Kami akan segera pantau di lapangan dan mencari solusi, jika benar stoknya langka," tandasnya (van)