Rabu, 16 Juni 2021 15:57

Tafsir Al-Kahfi 42-44: Pengaruh Nasab Itu Hanya di Dunia

Kamis, 17 Desember 2020 12:47 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Kahfi 42-44: Pengaruh Nasab Itu Hanya di Dunia
Ilustrasi.

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

42. wauhiitha bitsamarihi fa-ashbaha yuqallibu kaffayhi ‘alaa maa anfaqa fiihaa wahiya khaawiyatun ‘alaa ‘uruusyihaa wayaquulu yaa laytanii lam usyrik birabbii ahadaan

Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu dia membolak-balikkan kedua telapak tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang telah dia belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur roboh bersama penyangganya (para-para) lalu dia berkata, “Betapa sekiranya dahulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun.”

43. walam takun lahu fi-atun yanshuruunahu min duuni allaahi wamaa kaana muntashiraan

BACA JUGA : 

Tafsir Al-Kahfi 65: Khidir A.S., Nabinya Komunitas Green Peace

Tafsir Al-Kahfi 61-64: Guru Mendatangi Murid atau Murid Mendatangi Guru

Tafsir Al-Kahfi 61-64: Andai Android Zaman Musa A.S.

Tafsir Al-Kahfi 60: Kecongkakan Nabi Musa A.S.

Dan tidak ada (lagi) baginya segolongan pun yang dapat menolongnya selain Allah; dan dia pun tidak akan dapat membela dirinya.

44. hunaalika alwalaayatu lillaahi alhaqqi huwa khayrun tsawaaban wakhayrun ‘uqbaan

Di sana, pertolongan itu hanya dari Allah Yang Mahabenar. Dialah (pemberi) pahala terbaik dan (pemberi) balasan terbaik.

TAFSIR AKTUAL

Ayat studi kemarin menuturkan keadaan si kaya yang terancam hartanya berantakan karena kesombongannya. Kini kutukan itu benar-benar terjadi dan segalanya lenyap, sehingga dia tidak bisa berbuat apa-apa. Teman dekatnya yang biasa ngopi dan dugem bareng boro-boro menolong, malah podo minggat dan tidak mendekat. (wa ma kan lah fi'ah yanshurunah..).

Dia hanya bisa membalik telapak tangan (yuqallib kaffaih) tanda kebangkrutan model arab. Wong arab jika kecewa, maka berekspresi dengan membalik tapak tangan. Lalu berkata menyesali diri: "Ya laitany lam usyrik birabby ahada". Andai saja saya tidak musyrik kepada Tuhan, maka saya tidak akan melarat seperti ini.

Arah ayat ini:

Pertama, sebagai tamsilan terkait orang kafir dan orang beriman. Orang kafir hanya berpedoman pada kehidupan nyata saja, di dunia, dan tidak mengimani akhirat. Makanya, mereka mau membayar berapa pun demi kepuasan nafsunya, tapi enggan mendermakan hartanya untuk kebahagiaan akhirat.

Kedua, ayat ini menunjukkan hukum dunia yang berlaku bagi manusia, tanpa membedakan keyakinan yang dianut: muslim atau kafir, taat atau durhaka. Bahwa terhadap sesama manusia berlaku juga hukum konsekuensi, baik berkah maupun kualat.

Orang yang berderma akan mendapat kebajikan, tambah rezeki atau kesehatan, dan orang yang zalim dan merugikan orang lain akan mendapat kutukan atau kesengsaraan. Maka dari perspektif sosial, nonmuslim yang berderma lebih bagus ketimbang muslim yang pelit.

*Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag adalah Mufassir, Pengasuh Rubrik Tafsir Alquran Aktual HARIAN BANGSA, dan Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ), Tebuireng, Jombang.

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Rabu, 16 Juni 2021 08:42 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Laksamana Sukardi, mantan politikus PDIP, menulis buku. Baru terbit. Ia menceritakan perisitiwa pemecatan dirinya sebagai Menteri BUMN. Yang hanya menjabat 6 bulan. Ia dipecat Presiden Gus Dur. Karena ada lapora...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...