Selasa, 27 Juli 2021 23:21

Wisata Setigi Sekapuk Gresik Tambah Wahana Kolam Banyu Gentong

Jumat, 01 Januari 2021 17:06 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Syuhud
Wisata Setigi Sekapuk Gresik Tambah Wahana Kolam Banyu Gentong
Kades Sekapuk, Abdul Halim saat me-launching Kolam Banyu Gentong di Wisata Setigi. foto: ist.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Wisata Setigi (Selo Tirto Giri) di Desa Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik Jawa Timur terus memperbanyak fasilitas di tengah pandemi Covid-19. Bahkan di awal tahun 2021, wisata ini menambah wahana baru, yakni Kolam Banyu Gentong.

Pengelola Wisata Setigi, Abdul Halim mengatakan wahana baru itu dibuat untuk menyambut tahun baru 2021, dan diharapkan bisa menarik pengunjung lebih banyak, khususnya anak-anak.

"Pada Jumat Pahing, 1 Januari 2021, di Wisata Setigi, dengan mengucapkan bismillah, resmi dibuka Kolam Banyu Gentong. Alhamdulillah kado dari desa untuk Indonesia. Semoga kolam ini bisa meningkatkan ekonomi kerakyatan dan bermanfaat, bisa menambahkan imun tubuh kita makin kuat, sebab bahagia," ujar Abdul Halim yang juga Kades Sekapuk ini saat launching, Jumat (1/12/2020).

Karena masih pandemi, kolam khusus anak-anak ini dibatasi. Pengunjung dibagi per kloter 30 anak dengan batas main per kloter hanya 2 jam. Di area itu juga terdapat air mancur, gentong raksasa, dan spot foto yang indah mempesona.

BACA JUGA : 

7 Warga Meninggal Karena Covid-19, Kades Morobakung Tak Henti Ajak Warga Patuhi Prokes

Kapolres Gresik Imbau Kades Tak Perlu Takut Pakai DD untuk Tangani Covid-19

Ketua RW di Kebomas Pusing, Warga Isoman Covid-19 Non KTP Gresik Tak Bisa Dapat Bantuan

13 Warganya Jalani Isoman, Pemdes Gredek Duduksampeyan Dirikan Posko Tangguh Covid-19

Halim membeberkan jika gentong merupakan filosofi dari tempat air minum yang berbentuk seperti tempayan besar, biasanya terbuat dari tanah liat. "Dan air inilah merupakan sumber kehidupan. Semoga dengan sumber kehidupan ini, seluruh warganya sejahtera dan bahagia," harapnya.

Melalui wahana baru ini, Abdul Halim berharap Wisata Setigi semakin berkembang dan dapat terus menerus memberikan manfaat dan meningkatkan ekonomi kerakyatan.

Terkait protokoler kesahatan, pengunjung di wisata bekas tambang kapur ini dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas. Jika biasanya weekend pengunjung maksimal 6 ribu, kini hanya dibatasi 3 ribu pengunjung saja.

Kades berjuluk Ki Begawan Setigi ini juga menyiagakan petugas untuk mengawasi pengunjung. Bahkan, menambah petugas keamanan khusus dengan melibatkan linmas.

"Setigi benar-benar menjaga protokol kesehatan yang ketat. Kita juga melibatkan linmas untuk menjaga keamanan agar pengawasan prokes bisa terlaksana. Bahkan petugas setiap kali memberikan imbauan melalui mikrofon dan pusat informasi," katanya.

Muhammad Arifin, salah satu pengunjung mengaku puas dengan fasilitas dan wahana yang ada di Wisata Setigi. Apalagi juga ada spot foto yang bagus dengan area lahan yang luas.

Ia juga mengaku lebih aman, karena wisata yang tengah viral ini menerapkan protokol kesehatan ketat, mulai dari wajib bermasker, cek suhu tubuh, cuci tangan, serta menjaga jarak.

"Jadi kami sekeluarga tidak khawatir meski pandemi Covid-19. Di sini juga tempatnya enak dan area sangat luas. Kami berharap Wisata Setigi terus tumbuh meski di tengah pandemi," pungkas pengunjung asal Kabupaten Lamongan ini. (hud/rev)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...