​Ziarah ke Makam Syaikh Kuala Aceh, Mengenang Keajaiban Waliyullah

​Ziarah ke Makam Syaikh Kuala Aceh, Mengenang Keajaiban Waliyullah Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., dan rombongan saat ziarah ke makam Syaikh Kuala di Aceh, Kamis (24/12/2020). foto: bangsaonline.com

BANDA ACEH, BANGSAONLINE.com - M Mas’ud Adnan, owner HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com mengikuti rombongan Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. ke Aceh selama 4 hari. Mulai Rabu (23/12/2020) hingga Sabtu (26/12/2020) pagi. Banyak catatan menarik selama berada di Serambi Makkah itu. Di antaranya ziarah ke Syaikh Kuala yang makamnya utuh saat Aceh diterjang tsunami. Juga keindahan Masjid Raya Baiturrahman, dan raibnya wanita penghibur pasca tsunami serta mahalnya mahar nikah yang mencapai ratusan juta. M Mas'ud Adnan menuliskan perjalanan menarik itu secara bersambung. Selamat mengikuti:

Rombongan Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda sekitar pukul 15.00 WIB, Rabu (23/12/2020). Rombongan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojoketo Jawa Timur itu terdiri dari KH. Fathurrohman, Wakil Ketua PP Pergunu yang juga “ajudan” Kiai Asep, Dr. Fadly Usman, Wakil Ketua Umum PP Pergunu dan Dosen Universitas Brawijaya (UB) Malang, Mohammad Santoso, anggota DPRD Kabuapten Mojoketo, dan tentu saja saya sendiri.

Di bandara Sultan Iskandar Muda, rombongan disambut para Pengurus Wilayah (PW) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Aceh dan Pengurus Cabang (PC) Pergunu Aceh Besar dan Banda Aceh. Para guru NU itu membentangkan spanduk “Selamat Datang Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A.”

Rombongan langsung melaju ke Kyriad Hotel Muraya Bande Aceh. Istirahat. Usai maghrib, Kiai Asep Saifuddin Chalim dan rombongan dijamu di Pendopo Gubernur Aceh. Yaitu di Restoran Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (23/12/2020) malam.

(M. Mas'ud Adnan saat di makam Syaikh Kuala Aceh. foto: bangsaonline.com)

Dalam jamuan makan malam yang menunya serba kuliner Aceh - seperti kopi Aceh - Kiai Asep dan rombongan ditemui Kepala Dinas Syariah Islam Aceh Dr. Emka Elidar mewakili Gubernur Aceh yang berhalangan hadir.

Dalam acara ramah tamah itu, Emka Elidar menyambut baik kedatangan Kiai Asep yang merupakan Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu). Kiai Asep selain dikenal sebagai ulama besar yang memiliki 10.000 santri, juga putra kiai salah satu pendiri NU KH Abdul Chalim Luwimunding Jawa Barat.

Dalam acara yang dihadiri Dr. Saifullah Idris, Wakil Rektor UIN Ar-Raniri itu, Elidar mengatakan bahwa NU adalah mitra pembangunan Pemerintah Aceh. Menurut dia, NU selain organisasi keagamaan terbesar, juga motor kemerdekaan RI. Karena itu, Elidar mengucapkan terima kasih kepada Kiai Asep berkenan datang ke Serambi Mekkah itu.

Kiai Asep mengaku sangat terkesan dengan Aceh. “Saya merasa damai dan tenteram. Tak seperti yang diberitakan selama ini,” kata Kiai Asep. Menurut Kiai Asep, religiusitas rakyat Aceh luar biasa, terutama dalam penerapan syariah Islam.

“Saya merasakan damai dan tenteram seperti ini hanya di Rabat Maroko,” kata Kiai Asep. Tentu disamping di Makkah dan Madinah.

Karena itu, Kiai Asep saat memberi sambutan mendorong pentingnya iman dan takwa kepada Allah SWT. “Allah SWT akan membuka pintu keberkahan langit dan bumi jika masyarakat beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Itu janji Allah langsung dalam al-Quran," kata Kiai Asep.

Pada Kamis (24/12/2020), Kiai Asep melantik PC Pergunu Aceh Besar. Dalam acara itu Kiai Asep juga jadi pembicara seminar bersama Ketua PWNU Aceh Tgk H Faisal Ali.

Kiai Asep dan rombongan lalu ziarah ke makam Syaikh Abdurrauf bin Ali al-Fansuri As-Sinkili. Terkenal dengan gelar Teungku Syiah Kuala (bahasa Aceh yang artinya Syaikh Ulama di Kuala). 

Syaikh Kuala penganut tarikat Syattariyah. Bahkan Syaikh Kuala inilah yang kali pertama mengenalkan tarikat Syattairiyah di Indonesia.

Simak berita selengkapnya ...