Minggu, 01 Agustus 2021 05:51

Tanggapi Pembubaran FPI, PCNU Ngawi Imbau Warga Tak Mudah Terprovokasi

Minggu, 03 Januari 2021 18:53 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Zainal Abidin
Tanggapi Pembubaran FPI, PCNU Ngawi Imbau Warga Tak Mudah Terprovokasi
Ketua PCNU Ngawi KH. Ahmad Ulinnuha Rozy.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Pembubaran organisasi masyarakat (ormas) yang mengganggu kondusivitas negara oleh pemerintah, salah satunya Front Pembela Islam (FPI), ditanggapi Ketua PCNU Ngawi KH. Ahmad Ulinnuha Rozy.

Ia menyatakan bahwa organisasi kemasyarakatan dibentuk sesungguhnya sebagai wadah berkumpul demi mencapai suatu tujuan bersama anggota. Juga sebagai pengejawantahan dari kebebasan berkumpul dan berserikat yang dijamin oleh Pasal 28 UUD 1945.

"Bahwa kebebasan berkumpul tersebut tentunya tetap harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak bertujuan untuk merusak tatanan bangsa. Apalagi bermaksud melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada disintegrasi bangsa dan tindakan terorisme," jelas KH. Ahmad Ulinnuha Rozy.

Karena itu, Gus Ulin, sapaan orang nomor satu di PCNU Ngawi tersebut meminta agar langkah pemerintah dalam membubarkan beberapa ormas, termasuk salah satunya FPI, didukung masyarakat. Namun apabila yang tidak puas dengan keputusan pemerintah, hendaknya melakukan upaya-upaya hukum secara konstitusional yang bermartabat dan tidak melakukan provokasi kepada masyarakat.

BACA JUGA : 

Polres Ngawi Serahkan Sapi Kurban ke NU dan Muhammadiyah

Munarman, Eks Petinggi FPI Ditangkap Densus 88 Terkait Baiat Teroris

Setelah Lama Mati Suri, Pergunu Ngawi Lantik 19 PAC

Ancam Bunuh Mahfud MD, Kini Mastur Minta Maaf dan Mohon Diselesaikan di Luar Hukum

"Kami mengimbau khususnya warga Nahdliyin, bahwasanya kita sebagai anak bangsa, sebagai warga negara yang baik tentu harus mematuhi terhadap segala keputusan dan produk hukum yang dikeluarkan oleh pemerintah," urainya.

Gus Ulin berpesan kepada umat Islam, khususnya warga Nahdliyin yang berada di wilayah Ngawi, untuk tidak gampang terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan memecah belah.

"Selama ketentuan-ketentuan dari pemerintah tidak bertentangan dengan SARA, karena apapun yang telah diputuskan oleh pemerintah pasti sudah didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang matang," terangnya.

"PCNU Ngawi memandang bahwa pembubaran ormas oleh pemerintah merupakan kewenangan pemerintah sebagaimana diatur dalam UU ormas," pungkasnya. (nal/ian)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...