Ketua Gapeksindo Trenggalek Sebut Proyek Jalan Ngampon - Bendo Gagal Bangunan

"Bila dalam masa pemeliharaan terjadi banyak kerusakan, kemudian oleh pihak penyedia jasa kerusakan itu lalu dibenahi dan terus saja pola seperti itu yang dipakai. Nah, ketika masa pemeliharaan habis kemudian terjadi kerusakan lagi, lalu siapa yang membenahi?," sambungnya.

Karena itu, Ganif mempertanyakan perencanaan konstruksi proyek pemeliharaan berkala Ngampon - Bendo. Kata dia, sesuai dokumen lelang pada proyek tersebut, terdapat 4 persoalan yang harus dicermati.

"Yang pertama tentang timbunan tanah sedalam 40 cm yang harus menggunakan tanah pilihan, Yang kedua CTB yang memiliki ketebalan 15 cm, kemudian yang ketiga aspal lapisan bawah yang memiliki ketebalan 6 cm, dan yang keempat aspal lapisan paling atas yang memiliki ketebalan 4 cm," urainya.

"Sekarang saya mau tanya, seperti apa tanah pilihan yang dimaksud, sedangkan kita semua tahu, bahwa tanah di Trenggalek hampir seluruhnya berupa tanah lumpur," ujarnya seolah bertanya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: