Minggu, 09 Mei 2021 20:19

​Dianugerahi Doktor HC, Orasi Ilmiah Kiai Afifuddin Bahas Pancasila dalam Pespektif Tujuan Syariah

Selasa, 19 Januari 2021 22:41 WIB
Editor: MMA
​Dianugerahi Doktor HC, Orasi Ilmiah Kiai Afifuddin Bahas Pancasila dalam Pespektif Tujuan Syariah
KH Afifuddin Muhajir. foto: MMA/ BANGSAONLINE.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - KH Afifuddin Muhajir mendapat anugerah Gelar Doktor Kehormatan atau Doctor Honoris Causa (HC) dalam bidang Fiqh-Ushul Fiqh dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Jawa Tengah. Penganugerahan Doktor HC sekaligus orasi ilmiah itu akan digelar di kampus UIN Walisongon Semarang, Rabu (20/1/2021).

Kepada BANGSAONLINE.com, Kiai Afifudin Muhajir menjelaskan bahwa makalah untuk orasi ilmiahnya akan membahas tentang Pancasila dalam perspektif teks syariah dan tujuan syariah.

“Makalahnya berbahasa Arab : *الجمهورية الإندونيسية الموحدة في ميزان الشريعة* (دراسة عن بانتشاسيلا في ضوء النصوص و المقاصد),” tutur Kiai Afifuddin lewat pesan WahatsApp (WA) kepada BANGSAONLINE.com.

“Kalau dibahasakan Indonesia: Aljumhuriyatul Indonesiyah almuwahhadah fi mizanis syariati. Dirasatun an bancasila fi dhuin nushushi wal maqasid,” tambah Wakil pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur itu.

BACA JUGA : 

Habiskan RP 8 M untuk Sedekah Selama Ramadan, Kiai Asep: Inilah Manisnya Iman

Peduli Terhadap Dunia Pendidikan, Kiai Asep Dianugerahi Penghargaan Tokoh Pendidikan Islam Kultural

Direspons BPIP, Pemkot Kediri Usulkan Produk Hukum Daerah Menginternasilasi Nilai Luhur Pancasila

Guru SMP-nya Salah Jawab Pertanyaan, Kiai Asep Pernah Dikasih Nilai 2 Pelajaran Fisika

Menurut Kiai Afif – panggilan kiai santun ini – tema itu berbicara tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Pancasila sebagai dasar dalam neraca atau pandangan teks syari'ah dan tujuan syari'ah.

Lalu apa saja poin-poin penting dalam makalah atau orasi ilmiah itu?

Pertama, NKRI dengan Pancasila sebagai dasarnya adalah sah menurut pandangan syari'at Islam,” jelas Wakil Rais Syuriah PBNU itu.

Kedua, tutur Kiai Afif, Pancasila sebagai dasar negara bukanlah penghalang (مانع) terhadap penerapan syari'at di indonesia.

Ketiga, Sila Ketuhanan Yang Maha Esa memiliki arti yang lebih dalam daripada Piagam Jakarta. Karena Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mencerminkan tauhid sebagai pilar aqidah Islamiyah.

“Sebagai konsekuensi dari disepakatinya Pancasila menjadi dasar negara, maka tidak boleh ada perundang-undangan yang bertentangan dengan Sila Ketuhanan yang Maha Esa dan sila-sila yang lain,” kata Kiai Afif. (mma)

Bernuansa Menara Kudus, Mushola An-Nabaat Diresmikan Wabup Nganjuk
Minggu, 09 Mei 2021 00:50 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Cita Indonesia Group, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, pertanian, dan peternakan, meresmikan Mushola An-Nabaat yang berlokasi di Desa Batembat Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Peresmian mushola ini dil...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Minggu, 09 Mei 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tulisan Dahlan Iskan kali ini sangat menyentuh. Tentang prahara rumah tangga pemilik Gedung Empire Palace Surabaya: Gunawan Angkawidjaja dan istrinya, Chin Chin atau Trisulowati.Menurut Dahlan Iskan, Gunawan bukan ha...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...