Pengamat Politik: Jual Mahal, Risma akan Habis

Pengamat Politik: Jual Mahal, Risma akan Habis Risma. foto: bbc.co.uk

SURABAYA (BangsaOnline) - Sikap Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang terkesan jual mahal mendapat respon negatif dari pengamat politik. Ketua Yayasan Bangun Indonesia Agus Mahfudz Fauzi menilai popularitas Risma akan meredup jika hingga kini masih enggan membuka diri dengan partai politik (parpol). Pasalnya, proses menuju pemilihan walikota (pilwali) Surabaya 2015 sudah di depan mata.

Mantan komisioner KPU Jatim ini memandang, sikap yang ditunjukkan Risma saat ini banyak merugikan dirinya. Jika terus menerus bersikap "malu-malu" bukan tidak mungkin akan mengurangi elektabilitas dan memicu kekecewaan banyak elemen, terutama parpol. Bisa jadi, politisi atau tokoh yang selama ini tidak memiliki popularitas akan mengalahkan Risma.

"Kalau malau-malu terus akan disalip di tikungan oleh politisi lainnya," ucapnya di acara Sarasehan Mencari Sosok Pemimpin Surabaya 2015-2020 di salah satu hotel di Surabaya, Kamis (12/2).

Konsultan politik ini menyatakan, secara prinsip pemimpin yang dibutuhkan adalah orang-orang yang bisa membaca peta di lapangan. Dia tidak menyarankan Risma maju melalui jalur perseorangan. Sebab, pertarungan politik yang akan dilalu akan terjal. Bila terpilih sebagai walikota, potensi konflik cukup besar. Bisa jadi, semua parpol akan bersatu untuk melawan.

"Risma kalau terpilih akan menjadi bulan-bulanan partai. Selain itu, ketika akan mengesahkan APBD hampir bisa dipastikan tidak akan mulus," jelasnya.

Prof. Dr. Sujarwo dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang juga menjadi pembicara menyarankan agar masyarakat Surabaya memilih calon pemimpin yang memiliki kompetensi yang bagus. Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan membaca kondisi lapangan, piawai memaksimalkan potensi daerah, dan jeli memediasi setiap konflik.

"Tentu juga harus pemimpin yang bertakwa," ucapnya.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO