Senin, 19 April 2021 17:05

​Komisi III DPRD Pasuruan Minta Pemkab dan BBWS Brantas Telusuri Penyebab Banjir

Senin, 08 Februari 2021 17:38 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Habibi
​Komisi III DPRD Pasuruan Minta Pemkab dan BBWS Brantas Telusuri Penyebab Banjir
Rakor Komisi II DPRD Pasuruan dengan lintas OPD membahas penaganganan pasca banjir bandang.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com – Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan menggelar rapat koordinasi dengan beberapa OPD lintas sektor guna membahas langkah-langkah penanganan pasca banjir bandang yang melanda wilayah Gempol dan Bangil. 

Beberapa infrastruktur mengalami kerusakan yang cukup parah akibat banjir tersebut, sehingga perlu penanganan cepat agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal.

Rapat tersebut dihadiri Dinas Perkim, Dinas PUPR, Dinas Sosial, BPBD, Dinas Kesehatan, Camat Bangil, Camat Gempol, BBWS Brantas, serta UPT Pengairan Provinsi Jawa Timur Wilayah Pasuruan.

Mereka menyampaikan langkah yang sudah dilakukan dalam upaya penanganan bencana serta pencegahan agar kasus yang sama tidak terulang kembali.

BACA JUGA : 

Dinilai Tak Prosedural, Persetujuan Perubahan Ketiga Raperda Kabupaten Pasuruan Nomor 6/2015 Ditunda

Tingkatkan Pelayanan, RSUD Bangil Tambah Mesin Hemodealisis Baru

Eko Suryono Minta Pemerintah Dukung Ekonomi Rakyat Pasuruan Melalui Pasar Desa

DPRD: ​Tamu Kunjungan Kerja ke Pasuruan Wajib Menginap di Hotel

“Pertama, upaya antisipasi agar bencana serupa tak terulang lagi. Dibutuhkan koordinasi yang baik antar OPD, baik secara horizontal maupun vertikal. Mana yang kewenangan pemerintah pusat, mana provinsi, dan pemkab,” ucap Saifullah Damanhuri, Ketua Komisi III Kabupaten Pasuruan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Rias Judikari Drastika menguraikan, bahwa banyak yang menyebutkan kalau banjir yang terjadi di wilayah Kepulungan, Kecamatan Gempol imbas tumpukan sampah dan bambu yang menghambat aliran sungai. 

Akibatnya, air sungai meluap, dan memicu banjir bandang di perkampungan warga. “Tapi, apa benar hanya karena sumbatan, apa tidak ada penyebab lain?,” ujar politikus fraksi Golkar ini.

Ia mencurigai banjir di Kepulungan kemungkinan ada penyebab lain. Maka, dirinya meminta agar instansi terkait melakukan penelusuran yang tujuannya untuk mengatasi persoalan bencana supaya tidak terulang kembali

“Kami ingin kasus kejadian tersebut tidak sampai terulang. Karena itu, kami minta agar ditelusuri faktor utama banjir tersebut. Percuma kalau pemkab melakukan ada pembenahan-pembenahan, tapi rusak kembali karena bencana. Akibatnya infrastruktur yang sudah dibenahi akan rusak lagi,” bebernya.

Sorotan yang sama disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi. Ia memandang, selain sumbatan di Sungai Kembeng, politikus PDIP ini mencurigai ada faktor lain. Salah satunya berkurangnya daerah tangkapan air di wilayah hulu bisa menjadi faktor pemicu banjir.

"Mungkin imbas adanya kegiatan tambang, sehingga mengurangi daerah resapan air di bagian hulu," jelas pria asal Pandaan ini.

Sementara Arianto, PPK OP SDA IV BBWS Brantas yang ikut dalam rapat menuturkan bahwa banjir yang terjadi di Kepulungan, Kecamatan Gempol secara kasat mata memang dipengaruhi sumbatan sampah dan akar bambu pohon sehingga air meluap ke jalan.

Dirinya memang mengakui jika kerusakan hutan di bagian hulu akibat pertambangan, dimungkinkan bisa berpengaruh. Namun sesuai data yang yang ada, memang banjir di Kali Kambeng disebabkan adanya sumbatan sehingga air meluber ke sisi kanan jembatan dan tumpah ke rumah penduduk.

Keterangan yang sama disampaikan Kepala UPT Ops WS Welang Pekalen Pasuruan, Novita Andriyani. Ia mengungkapkan, banyaknya sampah di Sungai Kambeng di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, membuat air meluap. Luapan air tersebut juga memicu turbulensi. Akibatnya, sejumlah rumah di wilayah setempat rusak.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Rusdi Sutejo berharap agar koordinasi lintas OPD baik di kabupaten, provinsi, dan kabupaten untuk lebih ditingkatkan lagi dalam penangan bencana. Baik pada pasca terjadinya bencana maupun saat bencana terjadi bisa langsung ditangani.

"Bukan hanya bencana yang terjadi di Kepulungan, tetapi juga di wilayah Bangil. Karena dampaknya juga besar terhadap masyarakat. Kami berharap, koordinasi antar masing-masing intansi bisa lebih ditingkatkan," harapnya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Plt Kepala BPBD Ridwan Harris membeberkan timnya langsung bergerak cepat melakukan antisipasi penanganan. Mulai pembersihan, evakuasi korban, hingga menyiapkan bantuan. (adv/bib/par/ian)

Teh Panas Rp 5.000, Teh Dingin Rp 10.000, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (7)
Minggu, 18 April 2021 22:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com –Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan kali ini M Mas’ud Adnan – sang narator - mereview tentang orang Madura yang tiba-tiba haus. Ia pun pergi ke warung di pinggir jalan. Ia membeli teh. Di warung itu semua barang yang ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...