Jumat, 23 April 2021 01:14

Evaluasi PPKM di Kota Kediri, Bisa Tekan Kasus Aktif Hingga di Bawah 1 Persen

Jumat, 19 Februari 2021 18:44 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
Evaluasi PPKM di Kota Kediri, Bisa Tekan Kasus Aktif Hingga di Bawah 1 Persen
Dari kanan: Kapolres Kediri Kota AKBP Eko Prasetyo, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, dan Dandim 0809 Kediri Letkol Kav. Dwi Agung Sutrisno dalam sebuah acara. foto: ist.

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan evaluasi dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang telah berjalan dua periode dan PPKM berbasis mikro yang berjalan sepekan lebih. 

Upaya tersebut dinilai efektif dalam menekan penyebaran Covid-19 di Kota Kediri. Hingga saat ini, terpantau ada penurunan kasus dan zona kuning turun menjadi 38 wilayah RT.

Selain itu, penambahan konfirmasi baru harian masih ada, namun tidak sebanyak beberapa bulan lalu. Penambahan kasus ini diiringi dengan penambahan pasien sembuh. Pada kasus aktif sudah terjadi penurunan. Bahkan pada tanggal 14 Februari 2021, jumlah kasus aktif terendah sejak 13 Mei 2020 yaitu sebanyak 8 kasus aktif.

"Saat ini penambahan kasus konfirmasi positif hanya satu digit. Tidak seperti bulan-bulan lalu yang selalu dua digit," ujar Abdullah Abu Bakar, Jumat (19/2).

BACA JUGA : 

SAKIP Kota Kediri Kembali Peroleh Predikat BB Tahun Ketiga dari KemenPAN-RB

Ringankan Beban Warga, Pemkot Kediri Kembali Salurkan Bantuan Sembako Isoman

Live di Instagram, Wali Kota dan Ketua TP PKK Kota Kediri Review Produk UMKM Lokal

Bangkitkan Potensi Lokal, Pemkot Kediri Gelar Lomba Foto Cerita KIM

Wali Kota Kediri menjelaskan, pada awal pemberlakuan PPKM di tanggal 11 Januari 2021, kasus aktif di Kota Kediri sebesar 5,42 persen. Pada data tanggal 18 Februari 2021, tingkat kasus aktif di Kota Kediri kurang dari 1 persen yakni sebesar 0,88 persen.

“Untuk tingkat kesembuhan pada tanggal 11 Januari 2021 sebesar 85,47 persen. Pada tanggal 18 Februari 2021 tingkat kesembuhan naik menjadi 89,39 persen,” jelasnya.

Wali Kota Kediri mengungkapkan strategi-strategi yang diterapkan Kota Kediri pada PPKM dan PPKM berbasis mikro berdampak baik secara langsung maupun tidak langsung. Ditambah dengan inovasi yang dimiliki oleh Kota Kediri untuk mendukung pelaksanaan PPKM dan PPKM berbasis mikro. Seperti, aplikasi Sigap dan Gedor Pasen.

“Semoga semua ikhtiar yang dilakukan bersama ini bisa mengakhiri pandemi,” pungkas wali kota.

Untuk diketahui, aplikasi Sigap ini bisa mengidentifikasi tempat-tempat yang berpotensi kerumunan untuk kemudian segera dilakukan penelusuran oleh 3 pilar. Tidak hanya itu, aplikasi Sigap juga menampilkan peta pelaporan dan peta potensi kerumunan untuk mempermudah petugas dalam melakukan penelusuran.

Kemudian, Kota Kediri juga telah membuat aplikasi yang terhubung dengan laboratorium klinik yang melayani tes rapid secara mandiri di Kota Kediri. Hasil laporan dari laboratorium ini kemudian akan ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan Kota Kediri. Lalu, akan membentuk sebuah standar hasil rapid antigen positif yang akan diberlakukan sama dengan kasus terkonfirmasi positif dari hasil tes swab. (uji/ian)

​Cendekiawan Muslim tak Tahu Jumlah Juz Al-Quran
Rabu, 21 April 2021 22:01 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 10 ini bercerita tentang seorang menteri yang juga pengurus organisasi cendekiawan muslim. M Mas’ud Adnan - narator anekdot Gus Dur - bercerita bahwa pada akhir kekuasaan ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 22 April 2021 09:45 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Banyak negara mulai mengumumkan pertumbuhan ekonominya setelah didera pandemik Covid-19. Yang paling tinggi Tiongkok. Tapi pertumbuhan ekonomi India juga mengejutkan. Hanya saja Covid-19 di India gila-gilaan. Seti...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...