Rabu, 21 April 2021 05:39

Cerita Pasutri di Tuban Kenal di Lapas, Menikah, Mencuri, Hingga Akhirnya Masuk Lapas Bareng Lagi

Senin, 22 Februari 2021 15:54 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Cerita Pasutri di Tuban Kenal di Lapas, Menikah, Mencuri, Hingga Akhirnya Masuk Lapas Bareng Lagi
Pasutri tersangka pencurian kendaraan bermotor saat dihadirkan dalam rilis pers di Mapolres Tuban, Senin (22/1).

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kekompakan pasangan suami istri (Pasutri) di Kabupaten Tuban ini layak diacungi jempol. Namun, amat disayangkan kekompakan mereka berdua itu dilakukan dalam hal tindak kriminal pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Keduanya, yakni Rosyidi (43) warga Desa Londonwetan, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, dan Sumiyah (42) asal Desa Pakis, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban.

"Pasangan ini ketemu saat sama-sama berada di dalam lapas. Setelah keduanya keluar, mereka langsung menikah, dan melakukan pencurian bersama-sama," ujar Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono saat rilis pers di mapolres setempat, Senin (22/2/2021).

Kapolres menjelaskan, dalam melancarkan aksinya, kedua pelaku mencari sasaran rumah yang kondisinya kosong ditinggal pemiliknya. Kebanyakan saat pagi hari, ketika pemilik rumah sedang menunaikan ibadah shalat subuh. Mereka kemudian mengambil sepeda motor korban yang terparkir di dalam rumah.

BACA JUGA : 

​Antisipasi Aksi Balap Liar, Polres Tuban Siagakan Personel di JLS dan Soekarno-Hatta

Cerita 16 Nelayan Terombang-ambing 2 Jam di Laut, Hingga Diselamatkan Kapal MT Queen Majesty

Kapal Terbakar, 16 Nelayan yang Diselamatkan Kapal MT Queen Tiba di Tuban

Semakin Merajalela, Warga Minta Polisi Segera Tertibkan Balap Liar di Tuban

Aksi keduanya harus terhenti seletah melancarkan aksi terakhirnya di rumah Sigit Hari Widodo (22) warga Desa Cingklung, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban.

"Saat beraksi mereka selalu berboncengan, sang istri memasuki rumah dan mengambil barang korbannya. Sementara suaminya menunggu di luar rumah," imbuh mantan Kapolres Madiun itu.

BACA JUGA: Kompak Curi Motor, Kakak-Adik di Tuban Dilumpuhkan Polisi

Pria dengan dua melati di pundak ini menuturkan, dari hasil penulusuran, pasutri itu telah melakukan aksi serupa di beberapa wilayah. Di antaranya Kecamatan Widang, Semanding, Merakurak, Palang, dan Plumpang. Selain itu, mereka berdua juga pernah melakukan aksinya di Kabupaten Sidoarjo dan Gresik.

"Sementara ini ada 7 TKP dan telah menjual sebanyak 9 unit motor. Dari sekian banyak TKO ini keduanya tidak pernah kepergok sama pemilik rumah atau warga lainnya," tutur kapolres kelahiran Ngawi tersebut.

BACA JUGA: Sakit Hati Karena Mertua Tak Dikasih Utangan, Perempuan di Tuban Nekat Curi Emas Tetangga

Sementara dari pengakuan Sumiyah, barang hasil pencurian yang didapat dijual di Kabupaten Rembang dengan harga Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Dalam sebulan, dirinya mampu menjual sebanyak 1 unit motor curian. Sementara uang hasil berjualan motor curian dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 363 ke 3E dan 4E KUH dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (gun/rev)

​Adu Hebat Tiga Presiden, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (9)
Selasa, 20 April 2021 23:55 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Gus Dur mengajak jalan-jalan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan Presiden Prancis Jacques Shirac. Mereka pun naik pesawat terbang. Sambil ngobrol santai, mereka saling mengunggulkan negaranya masing-ma...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Selasa, 20 April 2021 09:05 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Banyak sekali para tokoh nasional – termasuk para dokter kondang – yang daftar menjadi relawan uji coba fase II Vaksin Nusantara. Tapi Dahlan Iskan tak lolos. Loh, mengapa?Simak tulisan wartawan kondang itu di Dis...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...