Kamis, 25 Februari 2021 20:18

​Terancam Penjara dan Denda Rp 5 M, 11 Orang di Kediri Diduga Produksi dan Edarkan Pupuk Ilegal

Selasa, 23 Februari 2021 09:24 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Muji Harjita
​Terancam Penjara dan Denda Rp 5 M, 11 Orang di Kediri Diduga Produksi dan Edarkan Pupuk Ilegal
Kasubbag Humas Polres Kediri Kota, Kompol Kamsudi. foto: Muji Harjita/ BANGSAONLINE.COM

KEDIRI, BANGSAONLINE.com – Sebanyak 11 orang diduga terlibat dalam usaha produksi pupuk cair dan mengedarkan pupuk tanpa izin alias ilegal. Mereka diamankan oleh Satreskrim Polres Kediri Kota.

Kapolres Kediri Kota AKBP Eko Prasetyo - melalui Kasubbag Humas Kompol Kamsudi - mengatakan bahwa mereka terendus setelah ada laporan dari masyarakat.

"Ke-11 orang tersebut telah diamankan ke Mapolres Kediri Kota, bersama sejumlah barang bukti berupa kendaraan roda empat, peralatan produksi, alat timbangan, bahan baku produksi pupuk cair, guna menjalani proses hukum lebih lanjut," kata Kompol Kamsudi, Selasa (23/2).

Ke-11 orang yang terdiri dari tenaga produksi pupuk cair hingga tenaga pemasaran dan bagian administrasi, itu diamankan di gudang di Jl. Kemiri Jaya, Kelurahan Manisrenggo, Kecamatan Kota, Kediri.

Adapun ke-11 pelaku tersebut adalah: MH (43 tahun) warga Kelurahan Manisrenggo Kecamatan Kota Kediri selaku pemilik dan produksi; AS (31) tahun warga Ngadiluwih Kabupaten Kediri bagian gudang dan pengemasan; WNK (23 tahun) warga Kelurahan Manisrenggo Kota Kediri bagian gudang dan pengemasan.

Kemudian ST (57 tahun) warga Ngadiluwih Kabupaten Kediri bagian gudang dan pengemasan; AY (43 tahun) warga Puncu Kabupaten Kediri bagian sales; AS (35 tahun) warga Kelurahan Kaliombo Kota Kediri bagian sales; DN (38 tahun) warga Kelurahan Bandar Lor Kota Kediri bagian sales.

Selanjutnya RT (46 tahun) Ngadiluwih Kabupaten Kediri bagian sopir; FK (40 tahun) warga Ringinrejo Kabupaten Kediri bagian sopir; MZM (35 tahun) warga Tinalan Kota Kediri bagian sopir; dan TH (24 tahun) warga Manisrenggo Kota Kediri bagian administrasi.

Kompol Kamsudi menjelaskan, awalnya petugas mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada orang yang mengedarkan pupuk yang tidak terdaftar, kemudian memperdagangkan barang tersebut tanpa memenuhi standar SNI. Maka polisi mengamankan mereka pada Senin (22/2/2021).

"Setelah dilakukan interogasi terhadap MH (pemilik), diketahui bahwa pembuatan pupuk tersebut dilakukan secara autodidak yang dilakukan sejak Desember 2019. Dan dari usaha ini, MH mendapatkan omzet hingga empat puluh juta rupiah setiap bulannya," ujar Kompol Kamsudi.

Menurut Kompol Kamsudi, para pelaku akan dijerat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122 Jo Pasal 73 UU RE No. 22 Tahun 2019 Tentang Sistem Budidaya Pertanian atau Pasal 113 Jo Pasal 57 ayat 2 UU RI No. 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan.

"Setiap orang yang mengedarkan pupuk yang tidak terdaftar dan/atau tidak berlabel atau pelaku usaha yang memperdagangkan barang di dalam negeri yang tidak memenuhi SNI yang telah diperlakukan secara wajib. Sedang ancaman hukumannya, pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 3 miliar atau pidana penjara paling lama tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5 miliar," pungkas Kompol Kamsudi. (uji/rev)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Kamis, 25 Februari 2021 07:52 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dahlan Iskan, wartawan kondang ini memang punya wawasan luas tentang ekonomi. Maklum, ia punya background sebagai pengusaha sukses. Bahkan mantan menteri BUMN. Maka ketika menulis tentang revaluasi aset negara sangat...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 20 Februari 2021 09:40 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...