Satgas TMMD ke-110 Jember sedang membantu para perajin kerai bambu.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Warga Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, Jember seakan didesain tangguh untuk bercocok tanam. Tidak hanya itu, mereka juga luwes untuk melahirkan karya tirai bambu yang menurut bahasa setempat disebut kerai.
Kerajinan tangan yang berbahan dasar bambu tersebut dianggap mempu menopang perekonomian masyarakat Desa Harjomulyo. Bahkan selain bertani, kerajinan itu sudah sejak lama menjadi mata pencaharian masyarakat Desa Harjomulyo.
BACA JUGA:
- DPUPR Jember Kebut Proyek Foodstreet Jalan Kartini, Jamin Tak Ganggu Jadwal Ibadah
- Ekonomi Jember Tumbuh Tertinggi, PAD Naik 36 Persen Tanpa Beban Pajak
- Ekonomi di Jember 2025 Tumbuh, Investasi Capai Rp2,57 Triliun
- Tinjau Layanan Warga, Kasdam V/Brawijaya Beri Penghargaan Usai Penutupan TMMD ke-124 di Jember
Karya ini juga menghasilkan pundi-pundi uang sebagai penopang perekonomian bagi masyarakat.
Dengan model pemasaran secara swadaya terbukti menghasilkan banyak permintaan yang masuk untuk produk kerai bambu yang dihasilkan, salah satunya yang menjadi pasar mereka adalah Pulau Bali.
Melihat potensi itu, prajurit TNI Satuan Tugas (Satgas) program TNI Manungggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 tahun 2021 memberi dorongan berupa modal serta pemasarannya.
"Peran TNI dalam rangka TMMD ke-110, kita membantu permodalan bagi masyarakat sini serta pemasaran agar produknya dikenal lebih luas lagi," ucap Dan SSK Kapten Inf Sugiono di sela-sela tugasnya, Jumat (12/03/2021) di Desa Harjomulyo.
Ia juga berharap ada perhatian dari pemerintah, baik daerah maupun pusat. Sebab dari dulu hingga sekarang para perajin masih membuat kerai dengan cara manual.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




