Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (kanan) saat berbincang dengan Kepala Sekolah SMPN 1 Ngasem Kabupaten Kediri, Andik Joelistijono. foto: ist.
"Yang ditakutkan biasanya siswa itu kalau misalkan ketemu sama temennya pasti akan ada interaksi dan saya takutnya nanti akan ada klaster baru. Tapi ternyata sudah dipikirkan dari pihak sekolah. Tinggal kita kawal prosesnya, apa yang menjadi persoalan nanti kita diskusikan dengan kepala sekolah dinas pendidikan,” kata Mas Bup.
Putra Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung ini menyimpulkan, pembelajaran tatap muka sudah siap dimulai dengan menggunakan protokol kesehatan.
"Alhamdullilah guru-guru sudah divaksin hampir 70 persen dari dinas kesehatan hingga sudah bisa fokus untuk pengajar," katanya.
Menurut dia, keinginan siswa-siswa untuk belajar tatap muka sangat tinggi. "Karena banyak siswa yang keberatan dengan kuota internet yang harus dikeluarkan. Kita akan lihat dulu setelah ujian sekolah ini selesai. Semoga tidak ada kendala baru. Kita akan ambil keputusan kapan akan bisa dibuka kembali belajar tatap muka," kata bapak satu anak ini.
Mas Bup Dhito juga menambahkan bahwa sampai saat ini vaksinasi sudah dilakukan kepada tenaga pengajar dan lansia, karena mereka semua risiko terpapar cukup tinggi.
“Sampai saat ini yang sudah tervaksin untuk tenaga pengajar belum ada 25 persen seluruh Kabupaten Kediri,” pungkas Mas Bup Dhito. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




