Kamis, 15 April 2021 03:10

Modal Rp5 Juta, Petani Bawang Merah di Trenggalek Ini Raih Untung Besar

Kamis, 08 April 2021 17:23 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Herman Subagyo
Modal Rp5 Juta, Petani Bawang Merah di Trenggalek Ini Raih Untung Besar
Ari Guntur Prihantono, S.T.P., (kiri) dan Ir. Agung Sudjatmiko. (foto: ist)

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Ari Guntur Prihantono, S.T.P., salah satu petani bawang merah di Kabupaten Trenggalek mengaku lega meraih keuntungan yang cukup lumayan dari hasil panen bawang merah di ladang miliknya.

"Benih bawang merah yang saya tanam dua bulan yang lalu, hari ini bisa saya panen," kata Ari di sela-sela memanen hasil bawang merah di ladang miliknya di Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek.

Ari mengungkapkan ada 50 kilogram benih bawang merah yang dia tanam di lahan seluas 380 meter tersebut. Benih bawang merah itu, didapatkan dari Kabupaten Nganjuk, dengan harga per kilo mencapai 25 ribu rupiah.

"Tapi benih yang saya dapatkan itu benih yang berkualitas. Karena kalau kita menggunakan benih yang tidak berkualitas maka akan mempengaruhi hasil produksi," ujar jebolan Fakultas Pertanian Unej Jember tersebut.

BACA JUGA : 

Berbagi dengan Sesama, Kejaksaan Negeri Trenggalek Bagi-Bagi Takjil kepada Pengguna Jalan

Kejari Trenggalek Buka Pojok Layanan Hukum Bagi Warga

Terdampak Gempa, Enam Bangunan Sekolah di Trenggalek Alami Rusak Berat dan Ringan

Jatim Diguncang Gempa, Gubernur Khofifah Terjunkan Tim Evakuasi dan Tanggap Kebencanaan

"Tapi benih yang saya dapatkan itu benih yang berkualitas. Karena kalau kita menggunakan benih yang tidak berkualitas maka akan mempengaruhi hasil produksi," ujar jebolan Fakultas Pertanian Unej Jember tersebut.

Ari menjelaskan alasan dirinya harus mencari benih bawah merah dari Kabupaten Nganjuk, karena di Kabupaten Trenggalek tidak ada petani yang menjual benih berkualitas dan bersertifikat.

Menurutnya, modal awal yang harus dikeluarkan untuk menanam benih di lahan miliknya sebesar 5 juta rupiah. Namun, hasil panen yang dia dapatkan mencapai 750 kilogram.

"Jadi jika harga per kilo 25 ribu kemudian dikalikan hasil panen 750, berarti bila dirupiahkan menjadi 18 juta rupiah. Nah dari modal awal 5 juta, dua bulan kemudian saya dapat keuntungan 13 juta lebih," ungkapnya sembari tersenyum.

Harga 25 ribu rupiah per kilo itu adalah harga bawang merah dari petani. Sementara harga di pasaran saat ini kurang lebih 30 hingga 35 ribu rupiah per kilo.

Sementara itu, melihat adanya potensi yang cukup lumayan dari komoditas bawang merah, Pemerhati Dunia Pertanian Ir. Agung Sudjatmiko berharap petani bawang merah Trenggalek bisa menyediakan benih sendiri tanpa harus membeli dari luar kabupaten.

"Saya melihat petani bawang merah Trenggalek ini jika ingin mendapatkan benih, mereka harus mencari dari kabupaten lain. Mestinya itu tidak perlu terjadi jika petani bawang merah di Trenggalek berani menjadi penyedia benih bawang merah," ujarnya.

Menurutnya, petani bawang merah tidak bisa disamakan dengan petani padi atau sejenisnya. Karena orang-orang yang bergerak di dunia komoditas bawang merah ini adalah orang-orang pilihan yang berani melakukan terobosan dan spekulasi.

Agung juga berharap, pemerintah memberikan perhatian terhadap semakin banyaknya warga Trenggalek yang beralih menjadi petani bawang merah. "Pemerintah dalam hal ini tidak boleh diam, mereka harus segera turun dan melakukan bimbingan pada petani bawang merah," jelasnya.

Agung menyampaikan, berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, luas lahan tanaman bawang merah di Kabupaten Trenggalek mencapai 24 hektare. Sedangkan hasil produksi bawang merah hingga bulan Februari 2021 mencapai 147 ton. Sementara untuk satu hektare bawang merah bisa menghasilkan kurang lebih 7,7 ton.

"Ini kan potensi yang harus kita kembangkan. Saya justru berharap generasi milenial saat ini untuk bisa menjadi petani bawang merah di wilayahnya sendiri," harapnya. (man/zar)

Kecelakaan di Jemursari Surabaya, Mobil Kijang Innova Terguling Masuk Sungai
Rabu, 14 April 2021 22:12 WIB
SURABAYA, BANGASONLINE.COM - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Jemursari, Surabaya. Sebuah mobil Toyota Kijang Innova nopol N 371 VA terjun ke sungai Jemursari hingga terguling.Peristiwa ini terjadi Rabu (14/4) petang sekira pukul 18.15 WIB, t...
Minggu, 11 April 2021 18:27 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai Sabtu (10/4) kemarin melakukan uji coba pembukaan tempat wisata andalan Kabupaten Kediri. Di antaranya Wisata Besuki Irenggolo yang te...
Rabu, 14 April 2021 05:44 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ini fenomena menarik. Ternyata dimatikannya Vaksin Nusantara justru memantik kepercayaan para tokoh nasional, dokter, dan para anggota DPR RI. Mereka ramai-ramai antre untuk Vaksin Nusantara. Benarkah mereka leb...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...