Sabtu, 08 Mei 2021 19:53

Cek Dampak Gempa Malang, BHS Tinjau Kondisi Tanggul Lumpur Lapindo

Rabu, 14 April 2021 22:05 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Mustain
Cek Dampak Gempa Malang, BHS Tinjau Kondisi Tanggul Lumpur Lapindo
TINJAU: BHS didampingi PPLS meninjau tanggul lumpur Lapindo, Rabu (14/4/2021). foto: MUSTAIN/ BANGSAONLINE

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono (BHS) meninjau kondisi tanggul lumpur Lapindo di titik Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Rabu (14/4/2021).

Didampingi pegawai PPLS (Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo), BHS ingin memastikan kondisi tanggul lumpur Lapindo tetap aman pasca terjadinya gempa di Malang beberapa waktu lalu, di mana imbasnya terasa hingga di Sidoarjo.

"Kami datang ke tanggul Lumpur Lapindo ini untuk memastikan kondisi dua sesar besar, yakni Sesar Siring dan Sesar Watukosek yang ada di Lumpur Lapindo tetap aman. Makanya, kami mengecek bersama petugas PPLS," cetus BHS.

Kata BHS, pengecekan itu agar pihaknya bisa memastikan informasi kepada masyarakat Sidoarjo sehingga tidak perlu khawatir dengan kondisi tanggul Lumpur Lapindo pasca terjadinya gempa di Malang.

BACA JUGA : 

Dharma Lautan Utama Distribusikan Bantuan Logistik bagi Korban Gempa Bumi di Lumajang

Lippo Malls Group Berikan Bantuan Bahan Bangunan kepada Korban Gempa di Jawa Timur

Tiga Lippo Malls Jatim Kompak Salurkan Bantuan Bahan Bangunan bagi Korban Gempa Bumi Malang

Kunker ke Malang, Presiden Jokowi Tinjau Penanganan Dampak Bencana Gempa Bumi

"Warga Sidoarjo juga perlu tahu tentang hal ini. Sehingga mereka bisa yakin bahwa gempa kemarin tidak berpengaruh pada dinding tanggul Lapindo," tandas mantan anggota DPR RI periode 2014-2019 ini.

Kata BHS, hasil pengecekan oleh PPLS, dinding-dinding tanggul Lumpur Lapindo tidak ada satu pun yang bergeser atau mengalami suatu keretakan. "Kebocoran juga tidak ada. Dan semburan lumpur juga tidak mengalami kenaikan. Jadi aman," ungkap alumni ITS ini.

Di kesempatan ini, politikus Partai Gerindra ini kembali mengingatkan kepada pemerintah pusat, bahwa bencana semburan lumpur merupakan kategori bencana nasional.

Dan hingga kini, bencana masih berlangsung karena semburan lumpur masih terjadi, sekitar 100 ribu meter kubik per hari. "Sehingga harus ada sistem keselamatan yang dikelola oleh badan penanggulangan bencana," urai BHS.

Ia meminta pemerintah agar menyiapkan mitigasi bencana tersebut karena bencana Lumpur Lapindo masih berlangsung. "Harus ada early warning system (peringatan dini), misalnya ada sirine-sirine yang ditempatkan di desa-desa sekitar wilayah ini," katanya.

Selain itu masyarakat juga perlu diberikan pelatihan bagaimana cara menyelamatkan diri saat bencana terjadi. "Ini yang harus segera dilakukan Pemkab Sidoarjo dan pemerintah pusat agar menempatkan petugas BNPB dan Basarnas di wilayah sekitar Lumpur Lapindo sebagai antisipasi menyelamatkan warga Sidoarjo," tandas BHS.

Sementara itu, Kabag TU PPLS, Hikmad Batara Reza menyatakan, setelah terjadi gempa di Malang, pihaknya langsung melakukan pengecekan dengan Ground Penetrating Radar (GPR) terhadap kondisi tanggul dan sesar yang ada di Lumpur Lapindo.

Dan hasilnya tidak terpengaruh oleh gempa tersebut. Kondisi semua titik tanggul tetap sama dengan kondisi sebelum terjadinya gempa di Malang itu.

Sementara soal mitigasi bencana, Hikmad menjelaskan, pihaknya telah menginisasi adanya Rencana Tindak Darurat (RTD) sejak tahun 2018 lalu. Di mana RTD itu butuh dukungan dari BNPB daerah maupun pusat.

"Kita sudah ada (RTD), tinggal legalitas (disetujui) Pak Bupati (Bupati Sidoarjo). Dan setelah dilegalkan bupati, nanti bisa diterapkan sewaktu-waktu terjadi bencana," tandas Hikmad saat mendampingi BHS meninjau tanggul Lumpur Lapindo. (sta/ian)

Awal Mula Tarawih Cepat di Ponpes Hidayatullah Al Muhajirin Bangkalan
Jumat, 07 Mei 2021 23:44 WIB
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Ada fenomena yang selalu viral setiap Bulan Ramadan, yakni Salat Tarawih Cepat. Jika di Indramayu ada pesantren yang menuntaskan salat tarawih 23 rakaat dalam durasi hanya 6 menit, di Bangkalan juga ada pesantren ya...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 08 Mei 2021 09:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Genre baru persuratkabaran dimulai dari Singapura. Koran terkemuka di negeri singa itu mengubah diri menjadi not for profit. Perubahan drastis ini dilakukan setelah mengalami kemerosotan yang terus terjadi.Tapi apa beda...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...