Sabtu, 08 Mei 2021 20:16

BKKBN Sosialisasi Advokasi dan KIE Program Bangga Kencana di Pacet Mojokerto

Minggu, 02 Mei 2021 17:45 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Rochmad Aris
BKKBN Sosialisasi Advokasi dan KIE Program Bangga Kencana di Pacet Mojokerto
H Anas Thahir, Anggota DPR RI Komisi IX bersama perwakilan BKKBN RI dalam Sosialisasi Advokasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Pacet Mojokerto.

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - BKKBN RI menggelar "Sosialisasi Advokasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja" di Gedung Pondok Pesantren Salafiyah Nidzomiyah Pacet, Kabupaten Mojokerto, Minggu (2/5/2021).

Kegiatan itu dihadiri langsung Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN RI dr. Erni Gustina, Anggota DPR RI Komisi IX H Anas Thahir sebagai Mitra Kerja BKKBN RI, Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Jawa Timur, Drs Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Drs. Joedha Hadi, serta tokoh masyarakat setempat.

Dengan menerapkan protokol kesehatan, sebanyak 100 peserta yang terdiri dari para ibu muda yang tinggal di wilayah Kecamatan Pacet dan sekitarnya, menerima pencerahan maupun sosialisasi dari para narasumber dalam rangka menyukseskan Program Bangga Kencana BKKBN RI.

H Anas Thahir sebagai Mitra Kerja BKKBN RI, menyampaikan bahwa pihaknya sengaja menggelar kegiatan sosialisai di wilayah yang jauh dari keramaian kota atau desa-desa terpencil. Tujuannya agar program ini tepat sasaran maupun sesuai prioritas utama. Sebab, para ibu yang tinggal di desa-desa sangat minim pengetahuan mengenai keluarga yang sehat, bahagia, dan berencana.

BACA JUGA : 

Bassra Bisa Jadi Daya Ungkit Percepatan Pembangunan Madura

Minimalisir Kenakalan Remaja di Kota Madiun, BKKBN Jatim Gelar Workshop 1001 Cara Bicara

Anggota DPR RI Sosialisasi UU Ciptaker di Hadapan Pelaku Usaha Jasa Konstruksi Bangkalan

Peringati Hari Kartini, Pemkot Beri Layanan KB Gratis Khusus KTP Surabaya

Selama ini, kata Anas, BKKBN bersama mitra kerja selalu berupaya melaksanakan pendekatan kepada masyarakat untuk memastikan mereka mendapatkan pengetahuan dan pelayanan KB.

(H. Anas Thahir didampingi Kaper BKBKN Jatim Teguh Santoso, menyerahkan secara simbolis kompor gas kepada salah satu peserta)

Menurut Anas, BKKBN masih mempunyai pekerjaan besar. Pertama, BKKBN harus dapat menekan angka stunting. Targetnya, angka stunting bisa turun menjadi 14 persen dalam satu tahun ke depan, dari angka saat ini 27,67 persen.

"Untuk itu, BKKBN harus berjuang keras dan ditantang mampu untuk meghimpun kekuatan masyarakat untuk bisa bekerja sama dan saling bersinergi. Tanpa itu, BKKBN tidak bisa bekerja sendirian," jelasnya.

Tantangan kedua, lanjut Anas, angka perceraian yang tinggi. Di Kementerian Agama tahun lalu tercatat masih ada sekitar 399 ribu pengantin muda yang minta cerai. Kemudian dalam 1 tahun terakhir naik menjadi 444 ribu. "Itu artinya sudah seperempat dari jumlah orang nikah," lanjutnya.

Tantangan ketiga, BKKBN juga harus menekan angka pernikahan usia dini, karena dapat mengakibatkan banyaknya perceraian serta akan mengakibatkan banyaknya stunting dan munculnya dengan mengakibatkan keluarga kurang berkualitas.

"Sehingga, tidak boleh tidak BKKBN harus mampu menekan angka pernikahan dini. Untuk itu, kedatangan saya ke sini, bersama BKKBN melaksnakan sosialisasi program Bangga Kencana bersama secara merata di seluruh Indonesia," jelas Abah Anas, sapaan akrabnya.

Sedangkan dr. Erni Gustina mengatakan, Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) adalah program yang bertujuan menjadikan keluarga sebagai sandaran pembangunan. "Di mana program ini mengarahkan bagaimana keluarga mempunyai rencana berkeluarga, mempunyai anak, mempunyai pendidikan sehingga terbentuk keluarga-keluarga yang berkualitas," tutur Erni.

Selain memberikan sosialisasi kepada peserta, BKKBN bersama Mitra Kerja juga memberikan sejumlah hadiah hiburan berupa kompor gas, rice cooker, dan setrika kepada perwakilan peserta yang hadir. (ris/ian)

Awal Mula Tarawih Cepat di Ponpes Hidayatullah Al Muhajirin Bangkalan
Jumat, 07 Mei 2021 23:44 WIB
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Ada fenomena yang selalu viral setiap Bulan Ramadan, yakni Salat Tarawih Cepat. Jika di Indramayu ada pesantren yang menuntaskan salat tarawih 23 rakaat dalam durasi hanya 6 menit, di Bangkalan juga ada pesantren ya...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 08 Mei 2021 09:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Genre baru persuratkabaran dimulai dari Singapura. Koran terkemuka di negeri singa itu mengubah diri menjadi not for profit. Perubahan drastis ini dilakukan setelah mengalami kemerosotan yang terus terjadi.Tapi apa beda...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...