SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberi pengarahan kepada seluruh lurah, camat, serta kepala puskesmas se-Surabaya. Beberapa poin penting yang disampaikan, yakni membahas peningkatan pertumbuhan ekonomi di kuartal II tahun 2021 dan pengendalian kasus Covid-19 pascalibur lebaran.
Dari lantai dua lobby balai kota, Eri membuka pertemuan virtualnya itu, dengan menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo terkait target pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas tujuh persen. Instruksi presiden yang disampaikan kepada kepala daerah se-Indonesia itu digelar virtual kemarin, Senin (17/5/2021).
BACA JUGA:
- Revitalisasi Dikebut, 5 Pasar Tradisional Surabaya Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026
- Bukan Cagar Budaya Asli, Pemkot Surabaya Hapus Status dan Bongkar Fasad Eks Toko Nam
- Pendaftaran Beasiswa Pemuda Tangguh Dibuka, Pemkot Surabaya Fokus Jemput Bola untuk Warga Desil 1-5
- Surabaya Kejar Penunggak Nafkah, Sistem Notifikasi Muncul Otomatis
Pada pertemuan itu, presiden menjelaskan perekonomian di setiap daerah harus naik di kuartal II tahun 2021, dengan catatan angka kasus Covid-19 tidak mengalami peningkatan.
“Ini berarti secara otomatis kami akan perketat protokol kesehatan (prokes) dan semakin memasifkan vaksinasi. Terutama pelayanan publik dan lanjut usia (lansia),” kata Wali Kota Eri mengawali pertemuan, Selasa (18/5/2021).
Eri Cahyadi menjelaskan, lurah dan camat diminta untuk menjaga wilayahnya dengan berinovasi sebaik mungkin sesuai dengan kondisi daerah setempat. Selain itu, Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo juga harus dibangkitkan kembali dengan melibatkan seluruh perwakilan lapisan masyarakat untuk menjadi bagian dari satuan petugas (satgas) Covid-19.
Ia juga meminta, camat sebagai pemilik wilayah untuk mengetahui mobilisasi warganya. Dibantu dengan lurah, RT/RW maupun tiga pilar. Hal ini menjadi penting dilakukan demi mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca libur lebaran.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




