Bupati Gus Yani akan Sampaikan Progres Program 99 Hari Nawa Karsa Pada 4 Juni Mendatang

Bupati Gus Yani akan Sampaikan Progres Program 99 Hari Nawa Karsa Pada 4 Juni Mendatang Bupati Gus Yani didampingi Wabup Bu Min saat memberikan sambutan pertama kali di hadapan forkopimda, pejabat, tokoh masyarakat, dan parpol usai dilantik. (foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE)

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani, S.E., (Gus Yani) dan Wabup Gresik Dra. Hj. Aminatun Habibah, M.Pd.,  (Bu Min) akan menyampaikan progres program 99 Hari Nawa Karsa kepada publik Kabupaten Gresik pada 4 Juni 2021 mendatang.

"Pada tanggal 4 Juni mendatang, saya dan Wabup Bu Min akan sampaikan program 99 Hari Nawa Karsa yang telah kami jalankan," ucap Bupati Gus Yani kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (30/5/2021).

Dalam Pemerintahan Gresik Baru 99 Hari Nawa Karsa, ada sejumlah program prioritas yang dijalankan Gus Yani dan Bu Min. Antara lain penanganan Kali Lamong di wilayah Gresik Selatan dan peningkatan pelayanan Perumda Giri Tirta Gresik (sebelumnya PDAM).

Sebelumnya, dalam peluncuran program 99 Hari Nawa Karsa di depan Pendopo Kabupaten Gresik pada 2 Maret 2021 lalu, Gus Yani mengatakan bahwa Nawa Karsa pengejawantahan visi dan misinya. Di mana, misi utama adalah untuk Mewujudkan Gresik Baru yang Mandiri, Sejahtera, Berdaya Saing, dan Berkemajuan Berlandaskan Akhlakul Karimah.

Untuk mewujudkan itu, kata Gus Yani, tata kelola pemerintahan harus dinamis dan transparan menuju good and clean government. Diawali dengan di-launching-nya Gresikpedia dan call center (pengaduan) masyarakat 112 bebas pulsa.

"Program ini berkolaborasi dengan berbagai komunitas untuk media sinkronisasi data dan integrasi sistem informasi menuju sistem satu data rujukan yang dapat diakses oleh seluruh warga Kabupaten Gresik (one data, one portal, and open access) yang dikomandani oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Gresik," paparnya.

Dalam 99 Hari Nawa Karsa tersebut, kata bupati, Pemerintahan Gresik Baru juga memberikan santunan kehormatan kepada 1.000 hafiz. Kemudian dikembangkan dengan menjangkau guru ngaji, marbut masjid dan musala, penjaga makam, situs religi, dan situs budaya. Santunan itu merupakan bentuk apresiasi kepada mereka, sekaligus untuk menjaga identitas Gresik sebagai kota yang religius.

"Program lain, pemantapan infrastruktur daerah seperti jalan kabupaten dan jalan poros desa (JPD), kelayakan hunian, dan ketangguhan daerah menghadapi bencana. Pemerintah Gresik Baru memprioritaskan kota bebas banjir. Oleh sebab itu, pemerintah daerah akan melakukan normalisasi Kali Lamong," terangnya.

Simak berita selengkapnya ...