Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan KH Nawawi Abdul Jalil, pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan. foto: ist
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan dukacita mendalam atas wafatnya KH Nawawi Abdul Jalil, pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, Minggu (13/6).
"Atas nama pemerintah provinsi dan masyarakat Jawa Timur, juga atas nama keluarga, kami menyampaikan turut berdukacita dan berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya KH. Nawawi Abdul Jalil," ungkap Khofifah di Kota Surabaya, Minggu (13/7/2021).
BACA JUGA:
- Asyik! Gubernur Khofifah Bakal Gelar Program Mudik Gratis 2026, Ini Link Pendaftarannya
- Meriahkan Milad ke-289 Ponpes Sidogiri Pasuruan, SOE 4 Diikuti 214 Offroader dari Berbagai Daerah
- Mensos RI Apresiasi Kolaborasi Pemprov Jatim dengan BPS dalam Penggunaan DTSEN
- Didukung Beragam Fitur Canggih, Trans Jatim Dapat Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2025
"Mari kita semua doakan almarhum almaghfurlahu, semoga Allah SWT menempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya, mengampuni seluruh khilaf, menerima semua amal ibadahnya dan dilapangkan kuburnya. Semoga keluarga dan para santri yang ditinggalkan juga diberikan kesabaran, ketabahan dan keikhlasan. Aamiin," tambah Khofifah.
Khofifah mengatakan almarhum Kiai Nawawi adalah salah satu ulama kharismatik dan sangat berpengaruh yang dimiliki Jawa Timur. Apalagi, Pondok Pesantren Sidogiri sendiri adalah salah satu ponpes tertua di Indonesia yang memiliki banyak santri dan alumni yang tersebar di dalam dan luar negeri.
“Bukan Jatim saja yang berduka, tapi seluruh umat muslim Indonesia,” imbuhnya.
Untuk diketahui, KH Nawawi Abdul Jalil dikenal sebagai Kiai Sepuh (Kiai Khos) yang sangat dihormati di lingkungan Nahdlatul Ulama. Dalam Muktamar ke-33 NU di Jombang, Kiai Nawawi duduk sebagai anggota Ahlul Halli Wal-Aqdi (AHWA).
KH A Nawawi Abdul Djalil, wafat, Minggu 13 Juni 2021, pukul 14.40 WIB. Mustasyar PBNU ini menghembuskan napas terakhir di RS Raci Bangil Pasuruan setelah mendapatkan perawatan sebelumnya di RS Lavalette Malang selama empat hari. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




