Senin, 02 Agustus 2021 23:31

Tersangka Korupsi Dana Hibah 2019 Ditahan Kejaksaan Negeri Trenggalek

Jumat, 18 Juni 2021 00:04 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Herman Subagyo
Tersangka Korupsi Dana Hibah 2019 Ditahan Kejaksaan Negeri Trenggalek
Tersangka saat digelandang ke kantor Kejari Trenggalek.

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Kejaksaan Negeri Trenggalek menerima pelimpahan tahap II perkara Tindak Pidana Korupsi dana hibah tahun 2019 sebesar 119 juta lebih dari Polres Trenggalek, Kamis (17/6).

Kepala Kejari Trenggalek Darfiah S.H. melalui Kasi Intelijen Basuki Arif Wibowo mengatakan pelimpahan tahap II ini adalah penyerahan tanggung jawab tersangka korupsi atas nama Mudjilan warga Desa Sawahan Kecamatan Watulimo beserta barang buktinya.

"Pelaku ini disangka melanggar Primair Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 junto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001," kata Basuki.

Dikatakan oleh Basuki, dari RAB dana hibah sebesar 200 juta rupiah yang diterima, oleh terdakwa Mudjilan hanya digunakan sekira 81 juta rupiah. Oleh karena itu terdapat selisih lebih dari dana hibah tersebut sebesar 119 juta rupiah.

BACA JUGA : 

Kejari Trenggalek Musnahkan Sejumlah BB Perkara Tindak Pidana Umum

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa ke-61, Kejari Trenggalek Beberkan Sejumlah Capaian Kinerja

Kemenag Gandeng Kejari Trenggalek Teken MoU di Bidang Hukum Perdata dan TUN

Teken Perjanjian, BPR Jwalita dan Kejari Trenggalek Jalin Kerja Sama di Bidang Perdata dan TUN

"Sehingga dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Belanja)," terangnya.

Adapun dana hibah tahun anggaran 2019 tersebut berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang diperuntukkan bagi Kelompok Nelayan Karya Bahari Desa Sawahan Kecamatan Watulimo untuk membeli perahu nelayan. "Kelompok nelayan ini mendapat dana hibah 200 juta rupiah," jelasnya.

Setelah menerima pelimpahan tahap II dari Polres Trenggalek, Kejaksaan Negeri Trenggalek akan melakukan penahanan terhadap terdakwa selama 20 hari ke depan guna kepentingan pelimpahan perkara tersebut ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Surabaya. (man/rev)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Senin, 02 Agustus 2021 11:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...