Kamis, 29 Juli 2021 13:44

Pesepeda Asal Blitar Meninggal Saat Makan Nasi Pecel di Wates Kediri

Minggu, 20 Juni 2021 13:06 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Muji Harjita
Pesepeda Asal Blitar Meninggal Saat Makan Nasi Pecel di Wates Kediri
Korban Panut Rianto saat ditangani petugas kesehatan. Korban ditemukan lemas di kursi warung nasi pecel di Desa Tawang Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Minggu (20/7/2021). foto: ist.

KEDIRI, BANGSAONLINE.co - Panut Rianto (57), seorang pesepeda warga Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, ditemukan meninggal dunia di sebuah warung nasi pecel milik Suwardi warga Dusun Tawangsari, Desa Tawang, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Minggu (20/6).

Kasi Humas Polsek Wates Aipda Agung menjelaskan, awalnya korban bersepeda dari arah selatan menuju ke utara. Setiba di warung milik Suwardi yang saat itu ditunggui oleh Siti Khoiriyah, korban berhenti.

Menurut Aipda Agung, diduga korban kecapekan kemudian memesan nasi pecel dan minuman teh hangat. Setelah dibuatkan nasi pecel dan teh hangat, korban memakan nasi pecel. Namun baru tiga sendok memakan nasi pecel itu, korban tiba-tiba tergeletak di kursi.

"Saat korban tergeletak di warung setelah makan, saksi langsung memberitahu warga sekitar untuk mengecek kondisi korban," tutur Agung.

BACA JUGA : 

Ringankan Beban Masyarakat, Polres Kediri Bagikan Sembako untuk Warga Pinggiran Eks Lokalisasi

Pastikan Bantuan Sampai di Tangan, Bupati Kediri Datangi Rumah Warga Isoman Pakai Vespa

Wali Kota Kediri Tinjau Penyaluran Bantuan Sosial Beras untuk 21.998 KPM

Masih Pandemi, Ritualan 1 Suro di Petilasan Sri Aji Joyoboyo Kembali Ditiadakan

Saat dicek oleh warga, korban dalam kondisi lemas tak sadarkan diri. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan, warga memanggil dokter setempat. Lalu warga melapor ke Polsek Wates.

"Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas akibat penganiayaan di tubuh korban," ucap Agung.

Dari hasil keterangan keluarga korban, korban memang mempunyai riwayat penyakit sakit jantung. Diduga kematian korban akibat penyakitnya kambuh. "Keluarga korban menerima atas kejadian tersebut adalah musibah," pungkas Aipda Agung. (uji/rev)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...