Para pecinta sepeda tua saat melaksanakan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih di kawasan SLG di Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Beberapa pecinta sepeda tua di Kediri yang tergabung dalam Paguyuban Pelestari Sepeda Unto (Papson) menggelar upacara sederhana di basecamp Papson, Kawasan Simpang Lima Gumul, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Selasa (17/8) pagi.
Upacara sengaja tidak dilaksanakan seperti upacara seperti para umumnya. Hanya melakukan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, doa, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Waktunya-pun tidak lebih dari 15 menit.
BACA JUGA:
- Wali Kota Kediri Tekankan Stabilitas Daerah Demi Kelancaran Pembangunan
- Di Pertemuan Rutin Himasal dan Lim, Gus Qowim: Ulama dan Umara Harus Sinergi dengan Masyarakat
- Ular Piton 2 Meter Muncul di Pekarangan Rumah Warga, Damkar Pos Grogol Kediri Lakukan Evakuasi
- Ketua Caretaker DPD AMPI Ajak Gen Z Lestarikan Kuliner Legendaris Berbumbu Rempah
Kegiatan itu menindaklanjuti imbauan induk organisasi, yaitu Kosti (Komunitas Sepeda Tua Indonesia) Kediri Raya, yang meminta agar pelaksanakan Upacara HUT Kemerdekaan RI tidak digelar secara terpusat, mengingat kondisi masih pandemi Covid-19.
Paguyuban/komunitas sepeda tua dipersilakan menggelar upacara HUT RI ke-76, dengan catatan dilaksanakan di basecamp masing-masing dan tetap menerapkan protokol kesehatan.
"Kegiatan ini kalau dibilang upacara juga bukan. Karena hanya dilakukan sebentar, sekitar 15 menit saja dan hanya diisi doa, penghormatan bendara yang sudah dipasang di sepeda, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya," ujar Rupidi, anggota Papson Kediri yang bertindak sebagai pembaca doa.
Menurut Rupidi, usai menyanyikan lagu Indonesia Raya, acara dilanjutkan dengan ngonthel bersama dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan jarak tempuh sekitar 15 km.
"Kami berharap semoga pandemi ini segera berlalu, agar kami bisa melakukan kegiatan seperti sediakala, termasuk bisa menggelar event ngonthel bersama seperti tahun-tahun sebelumnya," tukas Rupidi. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




