SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Percepatan terbentuknya herd immunity bagi masyarakat, sebagai langkah memutus penyebaran Covid-19, semakin masif dilakukan pemerintah bersama TNI-Polri melalui Vaksinasi Merdeka menyasar pesantren, rumah ibadah, dan tempat pendidikan.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, turun langsung ke daerah-daerah untuk memantau upaya percepatan vaksinasi bagi masyarakat. Bahkan vaksinasi merdeka yang digelar serentak di pesantren dan rumah ibadah di seluruh wilayah Indonesia, juga menjadi perhatian dua pucuk pimpinan TNI-Polri tersebut.
BACA JUGA:
- Pastikan Seluruh Layanan Optimal, Kapolri Tinjau Posko Terpadu Mudik Lebaran di Stasiun Gubeng
- Kunjungi Purabaya, Kapolri Listyo Sigit Pastikan Sopir Bus Bebas Narkoba dan Armada Layak Jalan
- Safari Ramadhan di Mapolda Jatim, Kapolri Jamin Stok BBM Subsidi Aman Jelang Idulfitri
- Kapolri Silaturahmi Ramadhan Bareng KSPSI Jatim, Ajak Buruh Bersatu Hadapi Dampak Dinamika Global
Kali ini melalui virtual meeting Vaksinasi Merdeka serentak di pesantren dan rumah ibadah oleh Panglima TNI-Kapolri, Kabupaten Sidoarjo menjadi perwakilan yang interaksi dengan Panglima TNI dan Kapolri terkait perkembangan vaksinasi di Kabupaten Sidoarjo.
Pelaksanaan kegiatan tersebut, digelar Polresta Sidoarjo bersama Kodim 0816 Sidoarjo dan Pemkab Sidoarjo di Gereja GPDI Elohim, Sidoarjo, Sabtu (11/9/2021). Yang dihadiri Wakil Bupati Sidoarjo, Kapolresta Sidoarjo, Dandim 0816 Sidoarjo, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, pengurus GPDI Elohim Sidoarjo, serta pejabat utama TNI-Polri di Sidoarjo.
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro menyampaikan, pada vaksinasi serentak di GPDI Elohim menyasar pada pengurus gereja, pendeta, jemaat dan masyarakat sekitar gereja, menyediakan 3.500 dosis vaksin Covid-19.
“Dari yang sudah berjalan, harian vaksinasi kami rata-rata sekitar 12.000 dosis vaksin. Bersama Pemkab Sidoarjo dan TNI, kami terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi untuk membentuk herd immunity masyarakat, termasuk menyasar pesantren, rumah ibadah, sekolah, dan tempat umum lainnya,” jelasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




