Pastikan Keandalan Sistem Kelistrikan, Tim PDKB Malang Lakukan Pemeliharaan Tanpa Pemadaman

Pastikan Keandalan Sistem Kelistrikan, Tim PDKB Malang Lakukan Pemeliharaan Tanpa Pemadaman SIGAP: Tim PDKB dalam pemeliharaan SUTET 500 kV Ungaran–Ngimbang.

MALANG, BANGSAONLINE.com – PLN memiliki 'pasukan elite' bernama Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) yang terlatih dan telah tersertifikasi untuk melakukan pemeliharaan serta perbaikan jaringan kelistrikan, baik jaringan tegangan menengah (TM) maupun tegangan tinggi (TT).

Tim PDKB ini bertanggung jawab untuk melakukan pekerjaan pada jaringan SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) dan SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi).

Berbeda dengan pemeliharaan lainnya, tim PDKB melakukan pekerjaan pada keadaan bertegangan atau tanpa dilakukan pemadaman. Untuk memastikan keandalan sistem kelistrikan, sebagai bentuk komitmen PLN dalam penyediaan listrik kepada pelanggan, pemeliharaan jaringan transmisi dilakukan secara rutin.

Seperti halnya penggantian isolator yang sudah tidak optimal pada SUTET 500 kV Ungaran - Ngimbang pada Selasa (16/9) lalu oleh Tim PDKB UPT (Unit Pelaksana Transmisi) Malang. SUTET 500 kV Ungaran - Ngimbang mengalirkan listrik dari pembangkit di Paiton untuk sebagian besar Pulau Jawa.

(ANDAL: Pemeliharaan SUTET 500 kV oleh Tim PDKB dilakukan dalam keadaan bertegangan)

General Manager PLN UIT JBM, Suroso mengatakan, PLN berkomitmen 24 jam memastikan aliran listrik terjaga keandalannya.

“Segala upaya kami lakukan untuk memastikan jaringan listrik aman dari gangguan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap kualitas layanan PLN, seperti yang dilakukan di Malang pada penggantian isolator oleh Tim Pemeliharaan Jaringan dan juga Tim PDKB Selasa lalu,” ujarnya.

Penggantian isolator yang melibatkan 12 personel Tim PDKB UPT Malang berhasil menyelesaikan pekerjaan dengan baik mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Untuk memastikan keamanan dan keandalan listrik pada jaringan transmisi, PLN UIT JBM memiliki tim PDKB yang berada pada setiap UPT yang tersebar di wilayah Jawa Timur dan Bali.

Selanjutnya, dalam melakukan kegiatan di lapangan seluruh tim dipastikan harus selalu menjaga dan mengutamakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dikarenakan pekerjaan tersebut memiliki risiko yang cukup tinggi.

“Keandalan dan kecekatan Tim PDKB dalam pekerjaan sangat dibutuhkan, karena selama melakukan pekerjaan perbaikan atau pemeliharaan jaringan dalam keadaan bertegangan, sebagai pengamanan dalam keselamatan pekerjaan, tim PDKB wajib menggunakan pakaian khusus yang disebut Conductive Suit, terbuat dari bahan Nomex Aramid Flame Resistance Fiber dengan berat 0,9 kg,” terangnya. (diy/ian)