Guru SMAN 3 Batu saat foto bersama.
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Dugaan praktik pungutan liar (pungli) di SMA Negeri (SMAN) 3 Batu berupa penarikan sumbangan untuk pembangunan gedung baru yang dikeluhkan wali murid kelas X mendapat tanggapan dari pihak komite sekolah. Ketua Komite SMAN 3 Batu, Suliatim, merasa tidak dilibatkan terkait hal tersebut.
"Sebelumnya memang kami di komite sempat diajak berdialog terkait rencana penambahan gedung kelas, karena memang kelas di sini (SMAN 3 Batu) kurang. Tapi saya selaku ketua komite tidak ada dalam pertemuan yang dimaksud," ujarnya, Minggu (10/10).
BACA JUGA:
- Peringati Hardiknas 2026, Pemkot Batu Genjot Beasiswa 1000 Sarjana dan Kampanye Anti-Bullying
- Siap Taati Aturan, Pengacara Mikutopia Sebut Amdal Masih dalam Proses
- Wisata Mikutopia Kota Batu Beroperasi Tanpa Izin Lengkap, Disebut Kejar Momen Libur Lebaran
- Kejari Kota Batu Usut Dugaan Korupsi Kios Pasar Among Tani, 12 Pedagang dan ASN Diperiksa
Ia menuturkan, dalam pertemuan yang sebenarnya pembagian rapor itu, seharusnya melibatkan komite sekolah selaku perwakilan dari wali murid SMA Negeri 3 Batu.
"Kami menyesalkan mengapa hal sensitif seperti penggalangan dana ini disampaikan kepada wali murid tanpa mengundang kami sebagai wakil dari orang tua siswa itu sendiri," tuturnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 3 Batu, Ritul Idha Djarwati, mengatakan bahwa pihaknya tidak bermaksud untuk meminta uang kepada wali murid. Ia berdalih, pungutan kepada wali murid itu baru sebuah wacana.
"Memang sebelum pembagian rapor, saya menyampaikan (kepada wali murid) tentang rencana penambahan gedung kelas. Namun itu hanya sekadar wacana saja," kata Idha saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com.






