
KOTA MADIUN, BANGSAONLINE.com - Dalam rangka pencegahan stunting, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Madiun menggelar launching tablet tambah darah (TTD) bagi 862 siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Madiun, Selasa (12/10).
Launching itu dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK kota Madiun, Yuni Setyowati Maidi. Dalam kesempatan ini, Yuni berpesan kepada para peserta untuk selalu menjaga kesehatan pribadi, lingkungan, dan masyarakat.
"Saat ini kita masih masa pandemi sehingga kita harus menjaga kesehatan pribadi, lingkungan dan masyarakat sekitar kita," ujarnya.
Terkait program pencegahan stunting, para siswi diimbau meminum tablet penambah darah minimal 1 minggu sekali agar terhindar dari anemia.
"Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini. Di mana para calon ibu diharapkan sehat secara jasmani. Karena adanya masa menstruasi maka terjadinya kekurangan darah bagi perempuan sangat dimungkinkan. Maka sejak dini perlu dijaga untuk selalu mengkonsumsi penambah darah," kata Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Denik Wuryani,
Ia mengatakan bahwa di MAN 2 Kota Madiun sudah ada pendidikan tentang kependudukan, dan juga memiliki Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dengan tahapan paripurna.
"Kita selalu mendukung program pemerintah. Dan SSK kita setelah berproses, Alhamdulillah telah menjadi SSK paripurna. Terkait kurikulum sekolah, kita juga telah mengintegrasi kan kurikulum pembelajaran dengan program kependudukan tentang keluarga berencana," kata Kepala sekolah MAN 2 kota Madiun, Zainal Arifin, kepada BANGSAONLINE.com.
Sebelum acara dimulai para peserta dilakukan Rapid antigen terlebih dahulu, dan juga dilaksanakan peninjauan pojok kependudukan oleh ketua Tim Penggerak PKK Kota Madiun bersama rombongan. (dro/mar)