Pendampingan Aksi Konvergensi Bina Bangda Kota Kediri Semester II 2025. Foto: Ist
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Sebagai wujud komitmen dalam mengatasi permasalahan gizi dan kesehatan masyarakat secara terintegrasi, Bappeda Kota Kediri menggelar Pendampingan Aksi Konvergensi Bina Bangda Semester II Tahun 2025, Senin (8/12/2025). Kepala Bappeda Kota Kediri, Fery Djatmiko, menegaskan pentingnya data valid sebagai dasar pembangunan.
“Melaksanakan pembangunan tanpa didasari data yang benar, itu hanya akan menghasilkan trial dan error. Untuk itu pada semester II Tahun 2025 ini, fokus kita adalah memastikan kelengkapan dan validitas data sasaran dan data layanan,” ujarnya.
BACA JUGA:
- Pemkot Kediri Jangkau Calon Siswa Sekolah Rakyat 2026/2027
- Perbarui DTSEN, Pemkot Kediri Pastikan Distribusi Bansos Lebih Tepat Sasaran
- Sambut Studi Tiru dari NTT, Wali Kota Kediri Perkenalkan Pengembangan Tenun Ikat Bandar Kidul
- Peringati Harkitnas ke-118, Wali Kota Kediri Tekankan Literasi Digital Generasi Muda
Data yang dimaksud mencakup kesehatan ibu dan anak, mulai dari jumlah ibu hamil, ibu nifas, hingga anak usia 0-59 bulan. Selain itu, data layanan gizi seperti pemantauan pertumbuhan, pemberian makanan tambahan, serta penanganan gizi buruk dan gizi kurang.
Data lingkungan dan sosial juga diperhatikan, termasuk akses air minum aman, sanitasi, kepemilikan JKN, serta dokumen kependudukan seperti akta kelahiran dan KIA.
“Data-data ini yang bersumber dari puskesmas, Dukcapil, PLKB, serta kecamatan dan kelurahan, akan menjadi landasan kita dalam mengevaluasi kinerja semester berjalan dan merencanakan intervensi yang lebih tepat sasaran di masa mendatang,” kata Fery.
Ia pun menyinggung keberhasilan Kota Kediri meraih juara 2 tingkat nasional dalam aksi penurunan stunting.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




