SUMENEP (BangsaOnline) - Keseriusan pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dalam melakukan Pendistribusian bantuan beras untuk keluarga miskin (Raskin) mulai dipertanyakan. Pasalnya, hingga saat ini pendistribusian raskin di kab. sumenep ini tidak kunjung ada kejelasan.
Sekretaris Asosiasi Kepala Desa (AKD) Sumenep, Imam Idhafi mengatakan, sampai saat ini pendistribusian raskin anggaran tahun 2015 masih belum dicairkan. Padahal, biasanya pencairan raskin itu sudah bisa dilakukan sejak awal Februari lalu.
BACA JUGA:
- Bupati Fauzi Pangkas Jam Kerja ASN Sumenep Selama Ramadhan 1447 H
- Lakukan Pendataan, BPBD Sumenep Sebut Pemkab akan Perbaiki 198 Bangunan Rusak akibat Puting Beliung
- Lampaui Target, Realisasi Investasi Sumenep 2025 Tembus Rp2 Triliun Lebih
- DBHCHT Sumenep 2026 Turun jadi Rp33,1 M, DPRD Ingatkan Pemkab Soal Skala Prioritas Program
”Kalau berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, launcing raskin itu sudah dilakukan maksimal pertengan Januari. Sehingga awal februari sebagian sudah bisa ditebus. Tapi hingga sekarang masih belum ada kabar apapun yang sampai pada kami, termasuk juga pola pendistribusiannya, apakah memakai sistem e-money atau tetap memakai beras seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Lebih lanjut Idhafi mengatakan bahwa lambannya pendistribusian itu menunjukkan jika keperdulian pemerintah daerah terhadap warga miskin masih minim.
”Mestinya, kalau memang masih lama waktu pencairan akan dilakukan, pemerintah daerah melakukan konsultasi dengan semua aparat desa. Sehingga, aparat desa bisa memberikan informasi juga pada setiap penerima dibawah,” terangnya
Apalagi menurut Idhafi, adanya bantuan raskin saat ini sangat dibutuhkan oleh masyararakat sebagai penyambung hidupnya. Hal itu mengingat saat ini masih musim penceklik. Dimana semua warga masih baru melakukan penanaman padi. ”Kita semua kan sudah tahu, jika saat ini awal musim tanam. Jadi, keberadaan raskin itu tentunya sangat dibutuhkan,” terangnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




